Scroll Untuk Tutup Iklan
Headline

Keluhan Orang Tua Siswa Terkait Penamatan Sekolah Direspons Pemkab Bone Bolango

536
×

Keluhan Orang Tua Siswa Terkait Penamatan Sekolah Direspons Pemkab Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Bupati Hamim Pou saat meninjau pembelanjaran tatap muka di SDN 3 Bulango Timur beberapa bulan yang lalu. (Foto Adit/Prokopim)

DIGIMEDIA.ID – Kegiatan penamatan sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Bone Bolango mendapat protes keras dari orang tua siswa.

Surat keberatan yang ditujukan kepada Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Andriean Andjar, mengungkapkan kekhawatiran terkait pelaksanaan penamatan dan penerimaan rapor siswa yang dianggap seperti membuat hajatan besar.

Salah seorang perwakilan orang tua siswa mengirimkan pesan elektronik yang meminta Pemerintah Daerah untuk mempertimbangkan pelaksanaan penamatan dan penerimaan rapor agar tidak melibatkan acara yang mewah.

Mereka berpendapat bahwa kegiatan semacam itu hanya memberikan beban kepada orang tua siswa tanpa manfaat yang nyata.

Andriean Andjar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bone Bolango, merespons laporan tersebut dengan mengakui bahwa penamatan sekolah di Kabupaten Bone Bolango memang banyak dilaksanakan.

Namun, ia menyebutkan bahwa sebagian besar undangan acara tersebut dilaksanakan di sekolah dengan prosesi yang sederhana. Masukan dari orang tua siswa akan menjadi perhatian.

Andriean Andjar menjelaskan bahwa dalam kegiatan penamatan, sekolah hanya menampilkan atraksi dan tarian siswa, hafalan Alquran, dan asmaul husna. Tenda yang digunakan pun sederhana dengan kursi plastik, bahkan beberapa kegiatan dilaksanakan di Aula Sekolah atau kelas yang sekatnya dibuka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menyatakan bahwa pihaknya memahami kondisi sekolah dan orang tua. Setiap informasi yang diterima akan dikonfirmasi kebenarannya, dan jika terbukti benar, Dinas akan menanggapi secara proporsional.

Andriean Andjar juga menegaskan bahwa kegiatan penamatan yang terkesan mewah mungkin terjadi di tempat lain.

Di Bone Bolango sejauh ini sudah puluhan sekolah yang mengundang dan kegiatannya dilaksanakan dengan sederhana, menggunakan seragam sekolah tanpa toga dan baju wisuda. Informasi tersebut juga telah diumumkan di grup Kepala Sekolah Kabupaten Bone Bolango.

Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, menanggapi masalah ini dengan menekankan bahwa tidak boleh ada pungutan yang memberatkan bagi siswa.

Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melarang penamatan yang memungut biaya dan memberatkan siswa.

Kedua pernyataan tersebut menunjukkan adanya upaya dari pemerintah setempat untuk menyelesaikan permasalahan yang dianggap mengganggu kesejahteraan dan kenyamanan orang tua siswa dalam pelaksanaan penamatan sekolah di Bone Bolango. (Ane)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO