ADV Honda

BPBD Bone Bolango Kerahkan Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Muara Bone

115
×

BPBD Bone Bolango Kerahkan Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Muara Bone

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Kondisi pascabanjir bandang dan longsor di Desa Muara Bone, Bone Bolango, yang merendam rumah warga dan memaksa evakuasi puluhan kepala keluarga.
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah pesisir Desa Muara Bone, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, usai hujan deras mengguyur sejak Selasa Malam (26/05/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo, menyampaikan bahwa bencana terjadi akibat cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Aliran air sungai meluap disertai pergerakan tanah hingga memicu banjir bandang dan longsor yang merusak permukiman warga di wilayah pesisir.

Berdasarkan kaji cepat Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB), sedikitnya 35 unit rumah warga terendam banjir. Sementara satu rumah dilaporkan hancur dan hanyut terbawa arus material longsor.

Satu warga bernama Wahnin Tangahu sempat terseret arus hingga ke laut dalam peristiwa tersebut. Namun, korban berhasil diselamatkan oleh warga sekitar yang sigap melakukan pencarian di tengah kondisi darurat.

“Kami mengonfirmasi ada satu korban yang sempat hanyut terbawa material longsor hingga ke laut atas nama Ibu Wahnin Tangahu. Alhamdulillah, berkat gotong royong dan kecepatan warga di lapangan, korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Achril Yoan Babyonggo.

Korban kemudian dievakuasi ke RS Tombulilato untuk penanganan awal, sebelum dirujuk ke RSUD Aloe Saboe Kota Gorontalo guna perawatan lebih intensif.

Rumah yang hanyut diketahui dihuni satu keluarga besar dengan dua kepala keluarga berjumlah lima jiwa. Selain itu, sebanyak 35 kepala keluarga atau sekitar 105 jiwa telah mengungsi ke lokasi aman di Dusun 3 Desa Muara Bone.

BPBD Bone Bolango menyebut koordinasi lintas sektor langsung diaktifkan sejak awal kejadian. Pemerintah desa, TNI/Polri, relawan, dan unsur kebencanaan terlibat dalam proses evakuasi serta penanganan darurat di lapangan.

Laporan resmi juga telah diteruskan secara berjenjang ke Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam serta Dinas Sosial Provinsi Gorontalo untuk dukungan lanjutan.

Saat ini, akses menuju lokasi masih terdampak material longsor. BPBD tengah berkoordinasi untuk mobilisasi alat berat guna membuka jalur dan mempercepat proses pembersihan material.

Hingga berita ini diturunkan, warga bersama aparat gabungan masih melakukan kerja bakti membersihkan sisa lumpur serta menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diamankan.(*)

UMGO