DIGIMEDIA.ID – Investasi hilirisasi ayam terintegrasi senilai Rp1,4 triliun di Gorontalo Utara dinilai menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah dan penopang target makro 2026.
Anggota Banggar DPRD Gorontalo Utara, Windra Lagarusu, mengapresiasi pelaksanaan ground breaking proyek hilirisasi ayam terintegrasi yang dinilai strategis bagi pembangunan ekonomi daerah.
Program investasi sektor peternakan unggas tersebut dinilai sejalan dengan target makro ekonomi Gorontalo Utara tahun 2026, mencakup pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran terbuka, dan Gini Rasio.
“Bupati dan seluruh pemangku kepentingan telah menunjukkan komitmen kuat dalam pembangunan daerah,” ujar Windra, Kamis.
Ia menilai pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi memperkuat struktur ekonomi daerah melalui sistem produksi terhubung dari hulu ke hilir secara berkelanjutan.
“Aktivitas ekonomi yang masif ini akan meningkatkan nilai tambah sektor peternakan dan berkontribusi langsung terhadap PDRB daerah,” kata dia.
Dari sisi ketenagakerjaan, proyek berskala besar tersebut berpotensi menyerap tenaga kerja signifikan, termasuk sektor pendukung seperti transportasi, logistik, perdagangan, dan jasa.
“Ini akan membantu menekan tingkat pengangguran terbuka sesuai target daerah,” ujarnya.
Windra juga meyakini investasi ini membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui kemitraan usaha dan lapangan kerja baru di sekitar kawasan investasi.
“Dengan meningkatnya pendapatan rumah tangga, daya beli masyarakat akan membaik dan berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan,” kata Windra.
Ia mengungkapkan, Gorontalo Utara menghadapi tekanan fiskal akibat penurunan dana transfer pusat sebesar Rp144 miliar pada tahun anggaran 2026.
“Investasi ini dapat menutupi rendahnya kapasitas fiskal,” katanya.
Windra menegaskan DPRD Gorontalo Utara akan terus mendukung kebijakan pembangunan ekonomi yang berdampak positif bagi kesejahteraan dan stabilitas daerah.(*)














