DIGIMEDIA.ID – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, melakukan sosialisasi pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Center (GIC) kepada jajaran kesehatan di Puskesmas Bone, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini sekaligus menjadi evaluasi program 2025 dan dihadiri seluruh kepala bidang di Dinkes P2KB.
Sosialisasi bertujuan mengajak seluruh komponen kesehatan di Gorontalo ikut berpartisipasi dalam pembangunan Masjid Raya GIC melalui infak.
Menurut Anang, pembangunan masjid adalah bagian dari investasi akhirat yang penting untuk didukung bersama oleh keluarga besar sektor kesehatan.
“Ini adalah investasi akhirat yang perlu disosialisasikan, agar semua keluarga kesehatan di Gorontalo dapat turut serta berinfak,” ujar Anang.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penggunaan pembayaran infak melalui QRIS. Puskesmas Bone, yang berada di wilayah paling timur Gorontalo, diberikan kode unik 001, menandai awal pelaksanaan program infak digital ini.
Pada hari pertama, infak yang terkumpul mencapai Rp42.000 dari 15 pegawai yang berpartisipasi dari total 40 pegawai Puskesmas Bone. Angka ini menjadi semangat awal untuk menjangkau seluruh puskesmas di Gorontalo.
“Kami berharap partisipasi ini menjadi contoh bagi puskesmas lainnya, agar program infak masjid ini dapat berjalan lancar dan merata di seluruh provinsi,” kata Anang.
Sosialisasi ini akan berlanjut melalui roadshow ke puskesmas lainnya. Tim Dinkes P2KB dijadwalkan mengunjungi Puskesmas Pinogu pada Selasa (10/2/2026), mengikuti urutan wilayah dari timur ke barat Gorontalo.
Program ini sekaligus mengedukasi pegawai mengenai kemudahan berinfak digital, sambil menumbuhkan semangat gotong royong di sektor kesehatan.
Dengan pendekatan ini, Dinkes Gorontalo berharap pembangunan Masjid Raya GIC tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga wadah kolaborasi dan kepedulian seluruh pegawai kesehatan terhadap masyarakat.(*)














