ADV Honda

Empat UMKM Gorontalo Tembus KKI 2026, Idah Dorong Perluasan Pasar Nasional

76
×

Empat UMKM Gorontalo Tembus KKI 2026, Idah Dorong Perluasan Pasar Nasional

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meninjau stan UMKM Gorontalo dalam ajang KKI 2026 di JICC, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

DIGIMEDIA.ID – Empat UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo tampil dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.

Keempat UMKM tersebut adalah Olami, Tiar Handycraft, Serasi Karawo, dan Bilal Mekar Snack (BMS).

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Ajang KKI 2026 berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC).

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie turut meninjau stan UMKM Gorontalo pada Sabtu (22/8/2026).

Di tengah proses pemulihan pascaoperasi lutut, Idah tetap menunjukkan perhatian terhadap perkembangan UMKM Gorontalo.

Saat meninjau stan, Idah tampak antusias melihat beragam produk unggulan yang dipamerkan untuk menjangkau pasar lebih luas.

Perhatian Idah kemudian tertuju pada Karawo, kain khas Gorontalo yang menjadi identitas budaya sekaligus memiliki potensi ekonomi.

Menurut Idah, Karawo tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mencerminkan keterampilan dan ketekunan para perajin.

“Karawo ini bukan sekadar kain, tetapi ada cerita, keterampilan, ketekunan, dan identitas Gorontalo di dalamnya,” ujar Idah.

Ia berharap keikutsertaan Karawo dalam ajang nasional tersebut dapat meningkatkan pengenalan dan penggunaan kain khas Gorontalo.

“Mudah-mudahan semakin banyak yang mengenal, menyukai, dan menggunakan Karawo,” tambahnya.

Idah juga mengapresiasi Bank Indonesia yang terus memberikan ruang bagi UMKM Gorontalo untuk berkembang dan memperluas pasar.

Menurutnya, promosi dan pameran menjadi bagian penting dalam membuka peluang pasar bagi produk UMKM daerah.

Idah menilai kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan perajin diperlukan untuk mendorong UMKM semakin mandiri.

Kolaborasi tersebut juga dinilai penting agar produk UMKM Gorontalo memiliki daya saing yang semakin kuat.

Dalam kunjungan itu, kondisi kaki Idah yang masih dalam proses pemulihan tidak mengurangi antusiasmenya berinteraksi dengan pelaku UMKM.

“Rasa sakit dan ngilu di kaki seketika hilang kalau sudah berbaur begini,” kata Idah.

Ia mengaku kembali bersemangat setelah melihat Karawo Gorontalo tampil dalam ajang KKI dan bertemu para pelaku UMKM.

KKI 2026 mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memperkuat daya saing UMKM melalui inovasi produk dan akses pembiayaan.

Selain itu, KKI 2026 mendorong digitalisasi serta perluasan pasar bagi pelaku UMKM.

Keikutsertaan empat UMKM Gorontalo menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk unggulan daerah pada ajang tersebut.(*)

UMGO