ADV Honda

Gorontalo-Luwuk Rp30 Ribuan, Tol Laut Dinilai Bantu Mobilitas Masyarakat

89
×

Gorontalo-Luwuk Rp30 Ribuan, Tol Laut Dinilai Bantu Mobilitas Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Layanan kapal perintis menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat Gorontalo untuk bepergian antardaerah. Tarif yang relatif terjangkau turut mendukung mobilitas dan distribusi barang.

DIGIMEDIA.ID – Tarif perjalanan laut dari Gorontalo menuju Luwuk yang berada di kisaran Rp30 ribuan menjadi salah satu keunggulan layanan tol laut bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Gorontalo menilai keberadaan layanan angkutan laut tersebut penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat antardaerah.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Gorontalo terus mendorong agar layanan tol laut tetap beroperasi secara berkelanjutan.

Pemprov Gorontalo juga meminta dukungan Pemerintah Pusat agar layanan angkutan laut penumpang dan barang dapat dipertahankan serta diperpanjang setiap tahun.

Bagi pemerintah daerah, tol laut bukan sekadar sarana transportasi, tetapi bagian penting dari strategi memperkuat konektivitas antarwilayah.

Layanan tersebut juga dinilai membuka akses pasar bagi komoditas daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Gorontalo.

Salah satu manfaat yang langsung dirasakan masyarakat adalah tarif angkutan yang relatif terjangkau karena layanan mendapatkan subsidi pemerintah.

Kondisi tersebut membuat transportasi laut menjadi salah satu pilihan ekonomis bagi masyarakat yang bepergian antardaerah.

Untuk perjalanan Gorontalo menuju Luwuk, masyarakat bahkan dapat memperoleh tiket dengan kisaran harga Rp30 ribuan.

Selain penumpang, kapal perintis dan tol laut juga berfungsi mengangkut barang untuk mendukung kelancaran distribusi antardaerah.

Subsidi pemerintah membantu menekan biaya distribusi sehingga produk dapat dipasarkan ke daerah lain dengan biaya logistik yang lebih kompetitif.

Gusnar sebelumnya telah mengusulkan kepada Menteri Perhubungan agar layanan kapal perintis dan tol laut di Gorontalo terus dikembangkan.

Usulan tersebut diarahkan untuk membangun konektivitas antardaerah, khususnya di kawasan Teluk Tomini dan wilayah lainnya.

Konektivitas laut yang semakin baik diharapkan memperlancar arus penumpang dan logistik, sekaligus mendukung pengendalian inflasi serta pertumbuhan pariwisata.

Sejumlah layanan angkutan laut perintis dan tol laut telah menghubungkan Gorontalo dengan wilayah Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, hingga Sulawesi Selatan.

Di antaranya KM Sabuk Nusantara 76 yang berpangkalan di Pelabuhan Gorontalo dengan rute Gorontalo-Luwuk-Banggai-Bacan-Ternate pulang pergi.

Ada pula KM Sabuk Nusantara 83 dengan rute Gorontalo-Banggai-Samuya-Falabisahaya-Dofa-Sanana-Namlea atau Ambon pulang pergi.

Sementara KM Darakinusa melayani rute Gorontalo-Bunta-Bualemo di Sulawesi Tengah hingga Bobong di Pulau Taliabo pulang pergi.

Dari wilayah Boalemo, KM Sabuk Nusantara 113 melayani rute Tilamuta-Boalemo-Banggai-Kolonedale-Makassar pulang pergi.

Kapal tersebut juga singgah di Bumbulan pada perjalanan kembali serta melayani angkutan penumpang dan barang.

Sementara itu, Pelabuhan Kwandang juga memiliki peran strategis dalam pengembangan konektivitas laut Gorontalo.

Kapal perintis KM Sabuk Nusantara 97 sebelumnya melayani rute menuju wilayah Sulawesi Tengah bagian utara hingga Kalimantan Utara.

Untuk angkutan ternak, Pemprov Gorontalo memperoleh kepastian dukungan dari Kementerian Perhubungan pada 2026.

KM Cemara Nusantara 05 tetap melayani rute Kwandang-Tarakan-Balikpapan-Kupang-Banjarmasin-Kwandang.

Layanan tersebut mendukung program agromaritim sekaligus membuka akses pemasaran ternak Gorontalo ke sejumlah daerah tujuan.

Pemprov Gorontalo memandang keberlanjutan layanan tol laut perlu terus diperjuangkan karena sebagian jaringan bergantung pada kebijakan Pemerintah Pusat.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus mengusulkan dan mengawal agar layanan tersebut dapat diperpanjang pada setiap tahun anggaran.

Selain mendukung mobilitas, tol laut juga dinilai dapat memperluas pasar produk pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM Gorontalo.

Kelancaran distribusi barang antardaerah juga dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan dan mengurangi tekanan biaya logistik.

Dari sisi pembangunan, konektivitas laut menghubungkan Gorontalo dengan berbagai pusat ekonomi di Sulawesi, Maluku, hingga Kalimantan.

Dengan konektivitas tersebut, pembangunan ekonomi diharapkan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah dengan keterbatasan akses.

Dorongan keberlanjutan layanan tol laut tersebut menjadi bagian dari upaya Gusnar dan Wakil Gubernur Gorontalo memperkuat konektivitas serta mobilitas masyarakat.(*)

UMGO