ADV Honda

Ratusan Hektare Lahan Pertanian Bone Bolango Mengering

219
×

Ratusan Hektare Lahan Pertanian Bone Bolango Mengering

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Lahan Sawah setelah panen padi di Kabupaten Bone Bolango. (Foto: Taufik/rri.co.id)
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Musim kemarau mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Bone Bolango. Pemerintah daerah mengidentifikasi ratusan hektare lahan pertanian mengalami kekeringan dalam sebulan terakhir.

Berdasarkan hasil identifikasi, luas areal persawahan yang terdampak mencapai 218 hektare. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Kabila, Tilongkabila, dan Suwawa.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Ketiga wilayah itu selama ini mengandalkan pasokan air dari jaringan Irigasi Alale.

Bupati Bone Bolango Ismet Mile menyampaikan kondisi tersebut saat memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Kerja Bupati, Kamis (16/7/2026).

“Ini harus menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak langsung pada produksi pertanian. Jika produksi menurun, tentu akan berpengaruh terhadap ketersediaan pangan dan berpotensi memicu inflasi,” ujar Ismet Mile.

Selain sawah, kekeringan juga mulai memengaruhi komoditas pertanian lainnya. Pemerintah daerah mencatat 67 hektare lahan jagung dan 3,4 hektare tanaman cabai mengalami gangguan akibat berkurangnya pasokan air.

Untuk mengurangi dampak kekeringan, Pemkab Bone Bolango mengoptimalkan pemanfaatan pompa air yang telah didistribusikan kepada masyarakat.

Hingga saat ini, sebanyak 193 unit pompa air telah disalurkan dan dimanfaatkan petani guna membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Bone Bolango saat ini masuk kategori areal agak kering.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko krisis air bersih serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Data pemerintah daerah menunjukkan sedikitnya delapan kecamatan dengan 21 desa telah merasakan dampak kekeringan.

Karena itu, Bupati Ismet Mile meminta seluruh unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat langkah mitigasi.

“Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah penanganan agar dampak kekeringan dapat ditekan semaksimal mungkin. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan sektor pertanian tetap produktif,” tandasnya.(*)

UMGO