DIGIMEDIA.ID – Pemerintah Kota Gorontalo kembali memperluas penyelenggaraan Street UMKM dengan menyiapkan Jalan Kasuari sebagai lokasi keempat aktivitas ekonomi malam masyarakat.
Rencana tersebut muncul setelah program Street UMKM menunjukkan perkembangan yang konsisten dalam waktu kurang dari dua bulan sejak pertama kali dilaksanakan pada Mei 2026.
Selama periode itu, Street UMKM berkembang dari satu lokasi menjadi tiga pusat aktivitas ekonomi yang tersebar di sejumlah kawasan Kota Gorontalo.
Street UMKM edisi pertama digelar di Jalan Nani Wartabone, mulai dari Rumah Dinas Gubernur hingga kawasan McDonald’s.
Kegiatan tersebut mencatat total transaksi sebesar Rp452.813.500 selama penyelenggaraan.
Perkembangan berlanjut pada Street UMKM jilid kedua yang dipusatkan di kawasan Rumah Adat Dulohupa hingga SMP Negeri 7 Kota Gorontalo.
Meski berlangsung di ruas jalan yang lebih pendek, nilai transaksi justru meningkat menjadi Rp495.897.752 hanya dalam empat hari pertama.
Aktivitas perdagangan kemudian terus berlangsung hingga Sabtu (27/6/2026), dengan akumulasi omzet mencapai Rp1.011.786.752.
Street UMKM jilid ketiga selanjutnya digelar di kawasan Kota Tua yang mulai membangun aktivitas ekonomi baru di salah satu kawasan bersejarah Kota Gorontalo.
Sebanyak 124 pelaku UMKM ikut berpartisipasi pada pembukaan kegiatan. Sejumlah toko di sekitar kawasan juga turut membuka usaha pada malam hari.
Perkembangan tersebut menunjukkan Street UMKM tidak hanya menyediakan ruang usaha bagi pelaku UMKM, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
Melihat tren tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo memutuskan memperluas jangkauan program dengan menyiapkan Street UMKM keempat di sepanjang Jalan Kasuari.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengatakan tingginya transaksi menjadi bukti program tersebut mampu menciptakan perputaran uang secara langsung di tengah masyarakat.
“Dari tanggal 6 sampai sekarang, pendapatan masyarakat sudah Rp1 miliar. Itu uang berputar,” kata Adhan.(*)














