ADV Honda

Siapkan Guru Profesional dan Toleran, PPG UMGO Gelar Workshop Kebhinekaan

33
×

Siapkan Guru Profesional dan Toleran, PPG UMGO Gelar Workshop Kebhinekaan

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Dekan FKIP UMGO, Prof. Abd. Hamid Isa, memberikan arahan kepada mahasiswa PPG dalam Workshop Kebhinekaan sebagai bekal menghadapi keberagaman di sekolah.
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menggelar Workshop Kebhinekaan sebagai upaya menyiapkan calon guru yang profesional, toleran, dan mampu mengelola keberagaman di lingkungan sekolah di Hotel Eljie Syariah Gorontalo, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa PPG, dosen, dan civitas akademika PPG FKIP UMGO sebagai bagian dari penguatan karakter serta penanaman nilai-nilai kebangsaan bagi calon pendidik.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Dekan FKIP UMGO, Prof. Abd. Hamid Isa, menegaskan bahwa pemahaman terhadap keberagaman menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki setiap calon guru.

“Di lingkungan pendidikan terdapat berbagai karakteristik peserta didik, baik dari sisi budaya, agama, bahasa, maupun kondisi sosial,” ujarnya.

Keberagaman tersebut menjadi realitas yang akan dihadapi guru ketika memasuki dunia pendidikan. Karena itu, mahasiswa PPG perlu dibekali kemampuan memahami perbedaan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi seluruh peserta didik.

Peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membangun suasana kelas yang membuat siswa merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan berkembang secara optimal.

“Guru harus menjadi teladan dalam menjaga harmoni dan kebersamaan,” kata Prof. Hamid.

Sekolah juga menjadi ruang penting untuk menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan sikap saling menghormati sejak dini.

Melalui pemahaman kebhinekaan yang baik, calon guru diharapkan mampu mengelola kelas yang beragam sekaligus membimbing peserta didik agar terbiasa berinteraksi secara positif dengan siapa pun.

Bekal tersebut dinilai penting karena guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik, termasuk menumbuhkan sikap saling menghargai di tengah perbedaan.

Dengan pendekatan yang tepat, keberagaman di lingkungan sekolah tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi sarana pembelajaran untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.

Workshop ini menjadi salah satu langkah nyata PPG FKIP UMGO dalam membentuk calon guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan membangun hubungan yang harmonis di lingkungan pendidikan.

Peserta memperoleh berbagai materi tentang moderasi beragama, penguatan nilai kebhinekaan, toleransi, harmoni sosial, serta penguatan karakter pendidik.

Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh sejumlah materi yang berkaitan dengan penguatan karakter dan kebhinekaan. Materi Moderasi Beragama dan Kebhinekaan sebagai Fondasi Karakter Generasi Pendidik disampaikan oleh Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, M.Pd., sedangkan materi Penguatan Nilai Kebhinekaan dalam Dunia Pendidikan dan Kehidupan Bermasyarakat dibawakan oleh Dr. Sutrisno DJ Yunus, M.Pd.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi Peran Guru dalam Menanamkan Sikap Toleransi dan Harmoni Sosial di Lingkungan Sekolah yang disampaikan oleh Dr. Salahudin Pakaya, M.Pd. Materi tersebut menjadi bagian dari pembekalan bagi calon guru dalam membangun lingkungan pendidikan yang menghargai perbedaan dan memperkuat kebersamaan.

PPG FKIP UMGO berharap lahir guru-guru yang tidak hanya profesional dalam mengajar, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menanamkan nilai toleransi, menjaga persatuan, serta membangun lingkungan belajar yang harmonis bagi seluruh peserta didik.(*)

UMGO