ADV Honda

Evaluasi Kurikulum Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja, UMGO Matangkan Kurikulum Sastra Inggris Berbasis OBE

265
×

Evaluasi Kurikulum Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja, UMGO Matangkan Kurikulum Sastra Inggris Berbasis OBE

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Lokakarya Kurikulum OBE Program Studi S1 Sastra Inggris UMGO berlangsung di Aula LPPM, Kamis (12/2/2026).

DIGIMEDIA.ID – Program Studi S1 Sastra Inggris Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Gorontalo menggelar Lokakarya Kurikulum berbasis Outcome Based Education di Aula LPPM UMGO, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini meninjau dan menyempurnakan kurikulum agar selaras OBE, menekankan capaian pembelajaran lulusan terukur, relevan kebutuhan dunia kerja, serta mengikuti perkembangan global.

Lokakarya diikuti pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, dan pemangku kepentingan akademik yang terlibat dalam pengembangan kurikulum Program Studi S1 Sastra Inggris.

Pembahasan mencakup profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, hingga strategi implementasi kurikulum berbasis OBE yang efektif dan berkelanjutan.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UMGO, Muh. Firyal Akbar, menegaskan bahwa peninjauan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan kampus.

Menurutnya, penerapan kurikulum OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai fokus utama, sehingga proses pendidikan tidak hanya menitikberatkan pada aktivitas belajar mengajar, tetapi juga pada hasil yang dapat diukur secara nyata.

“Kurikulum berbasis OBE memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada proses, tetapi juga pada hasil yang nyata dan terukur,” ujarnya.

Melalui pendekatan OBE, lulusan diharapkan memiliki kompetensi akademik yang kuat, keterampilan profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta kesiapan menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Peninjauan kurikulum secara berkala, kata dia, menjadi langkah strategis agar materi pembelajaran tetap selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan industri.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial UMGO, Dr. Apris Ara Tilome, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis fakultas dalam merespons dinamika perkembangan zaman yang sangat cepat.

“Lokakarya ini menjadi komitmen fakultas dalam menjaga kualitas akademik dan relevansi kurikulum terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Kurikulum tidak boleh statis, melainkan harus terus beradaptasi dengan kebutuhan industri dan kemajuan teknologi.

“kami berupaya memastikan bahwa kurikulum Program Studi S1 Sastra Inggris terus berkembang dan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional serta kesiapan berkompetisi di tingkat global,” ungkap Dr. Apris Ara Tilome.(Doe)