Scroll Untuk Tutup Iklan
Teknologi

4 Kepala Desa Boalemo ke Kadis Kominfotik, Curhat Masalah Digitalisasi

214
×

4 Kepala Desa Boalemo ke Kadis Kominfotik, Curhat Masalah Digitalisasi

Sebarkan artikel ini
Kadis Kominfotik Provinsi Gorontalo Rifli Katili menerima empat Kades dari Boalemo di ruang kerja, Jumat (14/7/2023). (Foto.: Thomas)

DIGIMEDIA.ID – Empat kepala desa dari Kabupaten Boalemo mengunjungi Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Gorontalo untuk membahas pengembangan pelayanan digital di desa.

Kepala Desa Salilama, Salman Asmu, Kepala Desa Mananggu, Noldi Thalib, Kepala Desa Tabulo Selatan, Hais Halid, dan Kepala Desa Pontolo, Himran Lukum, bertemu dengan Kepala Dinas Kominfotik, Rifli Katili, di ruang kerjanya pada Jumat (14/7/2023).

Salman Asmu mengungkapkan, “Kami datang ke Kominfotik ini untuk berkonsultasi mengenai bagaimana layanan digitalisasi di desa, dan kami berharap agar prosesnya dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Itu adalah tujuan utama kami dalam berkonsultasi dengan Pak Kadis hari ini.”

Sementara itu, Noldi Thalib, Kepala Desa Mananggu, mengemukakan bahwa pelayanan aplikasi yang sudah ada di desanya saat ini belum berjalan dengan baik karena menghadapi beberapa kendala.

“Kendala yang kami hadapi antara lain adalah penguasaan masyarakat terhadap teknologi informasi, sumber daya manusia yang terbatas, masalah jaringan, dan kesulitan dalam sosialisasi langsung kepada masyarakat,” jelas Noldi.

Menanggapi kekhawatiran kepala desa, Rifli Katili berjanji untuk mendukung upaya dan niat baik dari mereka.

“Kami dari Kominfotik mendukung usaha dan niat baik kepala desa, dan kami berusaha agar kepala desa dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat, terukur, dan tuntas,” ujar Rifli.

Rifli menjelaskan bahwa Dinas Kominfotik memiliki program Gorontalo Digital yang ditujukan untuk desa dan kelurahan di Provinsi Gorontalo. Program ini menggunakan aplikasi SIDEKA-NG yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Desa.

Menurut Rifli, aplikasi ini sangat cocok digunakan oleh desa dan kelurahan karena gratis dan menjadi rujukan utama bagi mereka.

“Berdasarkan data KemenPAN, terdapat puluhan ribu aplikasi yang tidak digunakan. Terlalu banyak program dan aplikasi yang tumpang tindih tanpa saling mengetahui,” ungkap Rifli.

Rifli dan timnya berjanji akan turun langsung ke desa untuk memberikan dukungan dalam pengembangan digitalisasi pelayanan di desa.

Mereka berkomitmen untuk membantu kepala desa dalam menghadapi tantangan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui teknologi digital.(Cui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO