DIGIMEDIA.ID – PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo membahas rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 megawatt (MW) di area genangan Waduk Bulango Ulu.
Pembahasan proyek energi surya tersebut dilakukan dalam audiensi PLN dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, Rabu (2/9/2026).
Rencana PLTS 100 MW itu merupakan tindak lanjut kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) ke Gorontalo pada awal Agustus 2026.
Selain PLTS di Waduk Bulango Ulu, PLN juga membahas rencana pembangunan PLTS berkapasitas 6 MW di Botupingge.
Dalam rencana tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan memberikan lahan milik pemerintah provinsi di Botupingge kepada PLN untuk mendukung pembangunan PLTS.
Pengembangan energi surya menjadi salah satu agenda yang dibahas bersamaan dengan penguatan infrastruktur dan pasokan listrik di Gorontalo.
Dukungan kelistrikan tersebut juga diarahkan untuk menunjang program hilirisasi dan pengembangan industri di daerah.
Salah satu sektor yang membutuhkan dukungan listrik cukup besar ialah hilirisasi peternakan ayam.
Kebutuhan listrik mencakup operasional pabrik pakan, cold storage, rumah potong hewan, fasilitas penetasan, hingga berbagai rantai pendukung industri peternakan.
Selain pengembangan energi surya, PLN menyampaikan sejumlah proyek infrastruktur kelistrikan yang sedang berjalan dan masuk dalam rencana pembangunan.
Salah satunya Gardu Induk (GI) 150 kV Marisa extension 30 MVA yang telah mencapai progres 100 persen.
PLN juga menyiapkan pembangunan sejumlah jaringan transmisi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2027.
Jaringan tersebut antara lain Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Molibagu-Gorontalo Baru/Botupingge dan Tutuyan-Molibagu.
Selain itu, terdapat rencana interkoneksi sistem kelistrikan Sulawesi Tengah-Gorontalo melalui jalur Marisa-Moutong.
Penguatan pasokan listrik juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah industri menengah dan besar di Gorontalo.
Industri yang disebut antara lain PT BJA dan PT Gorontalo Mineral yang direncanakan mulai berproduksi pada awal 2027.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Gorontalo sebelumnya mengusulkan program listrik desa untuk 40 dusun melalui penambahan jaringan tegangan menengah dan jaringan tegangan rendah.
Usulan tersebut juga mencakup penambahan 3.100 sambungan rumah bagi masyarakat yang belum menikmati sambungan listrik.
Audiensi tersebut dihadiri General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi I Gusti Made Aditya San Andinatha, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo.(*)














