DIGIMEDIA.ID – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 tidak hanya sukses sebagai ajang pengembangan sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga membuka peluang pasar nasional bagi pelaku UMKM Kabupaten Gorontalo.
Selama penyelenggaraan PENAS XVII, total transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal mencapai Rp1.157.127.000. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, Viktor Asliku, mengatakan aktivitas perdagangan mulai mengalami peningkatan sejak sehari sebelum pembukaan hingga penutupan PENAS XVII.
“Sejak H-1 menjelang pembukaan, lapak UMKM kita sudah mulai dipadati pengunjung, baik dari kontingen daerah lain maupun masyarakat lokal,” ujar Viktor.
Ramainya kunjungan peserta dari berbagai daerah membuat perputaran uang terus meningkat seiring padatnya agenda kegiatan yang dipusatkan di kawasan penyelenggaraan PENAS XVII.
Produk olahan pangan khas daerah, kerajinan tangan, serta berbagai produk bernuansa budaya Gorontalo menjadi komoditas yang paling banyak diminati peserta maupun pengunjung selama kegiatan berlangsung.
Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan penting bagi pelaku UMKM memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pasar nasional. Selain meningkatkan penjualan, kegiatan ini juga membuka peluang kemitraan dan memperluas jaringan pemasaran.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal.
“Keberhasilan capaian transaksi ini diharapkan menjadi stimulus positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas jaringan pasar produk unggulan Kabupaten Gorontalo di tingkat nasional pasca penyelenggaraan PENAS XVII,” kata Viktor.
Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo mencatat transaksi UMKM pada H-1 pembukaan mencapai Rp85.985.500. Hari pertama sebesar Rp290.822.500, hari kedua Rp251.931.000, hari ketiga Rp256.845.000, dan hari keempat Rp271.543.000.
Akumulasi transaksi tersebut memperlihatkan konsistensi tingginya aktivitas perdagangan sepanjang pelaksanaan PENAS XVII sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
PENAS XVII sendiri menjadi ajang yang mempertemukan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia sehingga memberikan ruang promosi lebih luas bagi produk unggulan Kabupaten Gorontalo untuk dikenal pasar nasional.(*)














