ADV Honda

Pemprov Gorontalo Maksimalkan Peran Bidan Desa guna Meningkatkan Layanan Kesehatan

28
×

Pemprov Gorontalo Maksimalkan Peran Bidan Desa guna Meningkatkan Layanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa saat memimpin pembahasan penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kota Gorontalo.

DIGIMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat pemerataan dan efektivitas tenaga bidan desa untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga wilayah terpencil.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menegaskan bidan desa menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Menurutnya, keberadaan bidan tidak cukup hanya tercatat dalam data penempatan, tetapi harus benar-benar aktif melayani masyarakat di desa.

Evaluasi penempatan bidan desa juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Meski jumlah bidan dinilai melebihi jumlah desa di Gorontalo, efektivitas pelayanan tetap harus dipastikan.

Pemerintah daerah berharap setiap desa minimal memiliki satu bidan dan satu perawat sesuai konsep Puskesmas Pembantu Integrasi Layanan Primer atau Pustu ILP.

Anang menilai pelayanan kesehatan akan lebih efektif jika tenaga bidan mampu membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat.

“Bidan harus hadir di tengah masyarakat, mengenali pasien dengan baik, membangun komunikasi, dan menjadi bagian dari solusi kesehatan di desa,” kata Anang saat pertemuan analisa data pengkajian kematian ibu dan anak di Hotel Amaris Kota Gorontalo, Selasa (19/05/2026).

Selain pelayanan, faktor keamanan dan kelayakan tempat tinggal bidan desa juga menjadi perhatian pemerintah daerah dan manajemen terkait.

Langkah tersebut dinilai penting agar pelayanan kesehatan di wilayah terpencil tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo juga membahas penguatan pelayanan maternal melalui pembenahan sistem pendukung rumah sakit, termasuk bank darah.

Ketersediaan darah disebut menjadi faktor penting dalam penanganan kasus kegawatdaruratan ibu hamil dan persalinan.(*)