Scroll Untuk Tutup Iklan
Peristiwa

Kontroversi Maskapai Cathay Pacific, Penumpang Mengeluh Diskriminasi, Tiga Awak Kabin Dipecat

150
×

Kontroversi Maskapai Cathay Pacific, Penumpang Mengeluh Diskriminasi, Tiga Awak Kabin Dipecat

Sebarkan artikel ini
Cathay Pacific Airways baru-baru ini telah memecat tiga awak kabin. (Foto: Getty Images/winhorse)

DIGIMEDIA.ID- Insiden tak menyenangkan merebak dalam industri penerbangan setelah rekaman suara yang mencerminkan perlakuan diskriminatif seorang pramugari terhadap penumpang yang kurang mahir berbahasa Inggris menjadi viral.

Maskapai Cathay Pacific Airways dengan cepat merespons dan memutuskan untuk memecat tiga awak kabin yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Rekaman audio yang beredar luas di platform media sosial Weibo di China menunjukkan seorang anggota kru kabin menolak permintaan penumpang untuk mendapatkan selimut, sambil mengolok-olok kemampuan berbahasa Inggrisnya.

“Jika Anda tidak bisa mengatakan selimut dalam bahasa Inggris, Anda tidak bisa memilikinya,” ujar suara yang terdengar dalam klip rekaman itu, mengutip CNN Sabtu (27/5/2023).

Insiden ini terjadi dalam penerbangan Cathay Pacific yang menuju Hong Kong dari kota Chengdu di China barat daya.

Kejadian tersebut menimbulkan kemarahan di kalangan pejabat Hong Kong, yang khawatir bahwa tekanan dari Beijing dapat mempengaruhi kebijakan maskapai penerbangan lokal.

CEO Cathay Pacific, Ronald Lam, menyampaikan pernyataan bahwa ia akan secara pribadi memimpin sebuah tim untuk meningkatkan layanan dan mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.

“Kami perlu memastikan bahwa semua karyawan Cathay Pacific selalu menghormati pelanggan dari berbagai latar belakang dan budaya, serta memberikan layanan berkualitas konsisten di semua pasar yang kami layani,” katanya.

Rekaman tersebut menjadi trending topik di Weibo selama dua hari berturut-turut, dengan lebih dari 320 juta penonton yang menonton klip tersebut.

Banyak pengguna media sosial di China juga berbagi keluhan mereka sendiri tentang pengalaman terbang dengan Cathay Pacific.

Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, mengkritik insiden ini sebagai tindakan yang keterlaluan dan mengecewakan, yang merusak citra kota tersebut.

Kasus ini mencerminkan pentingnya mengedepankan sikap hormat dan kesetaraan dalam industri penerbangan global, serta kebutuhan untuk menegakkan standar tinggi dalam pelayanan kepada pelanggan dari berbagai latar belakang.

Cathay Pacific berkomitmen untuk tidak mentolerir pelanggaran serius terhadap kebijakan dan kode etik perusahaan mereka, dan mereka berharap insiden ini menjadi pembelajaran bagi seluruh industri penerbangan. (Ane)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO