ADV Honda

Dinkes Provinsi Gorontalo Genjot Kualitas Layanan Kanker, Jantung, Stroke

23
×

Dinkes Provinsi Gorontalo Genjot Kualitas Layanan Kanker, Jantung, Stroke

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 6 detik
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, memimpin Rapat Evaluasi Bidang Pelayanan Kesehatan guna memperkuat sistem rujukan layanan prioritas rumah sakit daerah.

KESEHATAN – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo terus menggenjot kualitas pelayanan penyakit prioritas seperti kanker, jantung, dan stroke. Langkah ini demi mempermudah akses medis masyarakat setempat.

Upaya tersebut dibahas secara khusus dalam Rapat Evaluasi Bidang Pelayanan Kesehatan. Fokus utamanya adalah optimalisasi implementasi layanan prioritas KJSU-KIA di seluruh fasilitas rujukan.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menegaskan pentingnya penguatan layanan ini. Tujuannya agar pasien penyakit prioritas tidak perlu dirujuk ke luar daerah.

“Kita ingin memastikan masyarakat Gorontalo memperoleh pelayanan KJSU-KIA sedekat mungkin dengan tempat tinggalnya,” tegas Anang saat Rapat Evaluasi Bidang Pelayanan Kesehatan untuk mengevaluasi pelaksanaan layanan prioritas KJSU-KIA, Senin (05/10/2026).

Dalam rapat evaluasi tersebut, Anang memetakan tiga hal utama. Pemetaan itu meliputi implementasi layanan, identifikasi kendala sumber daya, hingga penyusunan rekomendasi.

Menurut Anang, penguatan layanan prioritas harus didukung oleh sistem rujukan yang terintegrasi. Hal ini membutuhkan pembagian peran antarfasilitas kesehatan yang sangat jelas.

Sejumlah rumah sakit kini telah ditetapkan masuk dalam jejaring layanan rujukan. Setiap fasilitas memiliki tingkatan kemampuan pelayanan medis yang berbeda.

RSUD dr. Hasri Ainun Habibie ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan utama untuk layanan kanker. Sementara itu, rumah sakit tingkat kabupaten berperan pada kapasitas madya.

Adapun RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe difokuskan untuk menangani layanan utama lainnya. Fasilitas ini memprioritaskan penanganan jantung dan pembuluh darah, stroke, uronefrologi, serta KIA.

Anang menyebut target akhir dari evaluasi ini adalah terciptanya kemandirian fasilitas kesehatan daerah. Gorontalo harus mampu menjawab seluruh kebutuhan medis warganya secara cepat.

“Yang ingin kita bangun adalah sistem pelayanan yang semakin kuat, sehingga masyarakat mendapatkan layanan yang berkualitas, adil, dan terjangkau,” jelasnya.(*)

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida
UMGO