ADV Honda
banner 728x90

Gudang Vertical Dryer Dungaliyo Dikebut, Bakal Rampung Dua Bulan

13
×

Gudang Vertical Dryer Dungaliyo Dikebut, Bakal Rampung Dua Bulan

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 6 detik
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meletakkan batu pertama pembangunan Gudang Vertical Dryer di Desa Pangadaa, Dungaliyo. Fasilitas ini ditargetkan rampung dalam dua bulan untuk mendukung pengeringan hasil panen petani.

KAB GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mempercepat pembangunan Gudang Vertical Dryer di Kabupaten Gorontalo yang ditargetkan rampung dua bulan, ditandai peletakan batu pertama di kompleks gilingan padi Desa Pangadaa, Kecamatan Dungaliyo, Jumat (2/10/2026).

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meminta proyek ini dikawal ketat. Ia mendorong dinas terkait memastikan pembangunan selesai sesuai target waktu.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Idah menegaskan proyek tersebut harus segera ditindaklanjuti hingga tuntas. Ia tidak ingin pembangunan fasilitas pertanian ini hanya berhenti pada seremoni peletakan batu pertama.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mendukung pengelolaan panen secara optimal. Terutama dalam mempercepat proses pengeringan hasil pertanian milik kelompok tani di wilayah tersebut.

Pembangunan ini merupakan upaya pemerintah memperkuat sarana pendukung pertanian. Tujuannya semata-mata guna meningkatkan kualitas akhir dari hasil produksi para petani lokal.

Selain fasilitas gudang, Pemprov Gorontalo turut menyalurkan 487 unit alat dan mesin pertanian (alsintan). Total anggaran untuk bantuan seluruh daerah ini mencapai Rp3.181.855.000.

Khusus wilayah Dungaliyo, Bongomeme, dan Tabongo, pemerintah menyalurkan 17 unit bantuan. Ini mencakup 14 unit hand sprayer dan satu unit gudang jagung.

Bantuan lainnya berupa dua unit motor dilengkapi bak sayur merek Honda Revo Fit. Fasilitas ini diserahkan untuk mempermudah mobilitas dan operasional kelompok tani.

Idah mengingatkan agar seluruh fasilitas dimanfaatkan secara optimal. Setiap kelompok yang beranggotakan 10 orang diminta mengatur jadwal pemakaian dengan tetap mengedepankan kekompakan.

“Bantuan yang diberikan ini sekiranya dapat dirawat dengan sebaik-baiknya,” tegas Idah.

Menurutnya, pemeliharaan sangat penting mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Belum tentu tahun depan pemerintah bisa kembali memberikan alokasi bantuan serupa.

Ia juga menyarankan penerapan sistem perawatan mandiri melalui iuran kelompok. Dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk biaya operasional atau perbaikan ringan jika alat rusak.(*)

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida
UMGO