ADV Honda

UMGO Dorong Pengembangan Produk Unggulan Desa Lewat Program One Village One Product

110
×

UMGO Dorong Pengembangan Produk Unggulan Desa Lewat Program One Village One Product

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
One Village One Product, UMKM Desa, Ekonomi Desa, Potensi Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, Ketahanan Pangan, Pengabdian Masyarakat, Kuliah Kerja Dakwah, Produk Unggulan Desa, Pembangunan Desa Berkelanjutan
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui program unggulan One Village One Product dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Tematik Angkatan XXX.

Program tersebut diperkenalkan saat pembukaan Pembekalan KKD Tematik Angkatan XXX di Gedung Indoor David Bobihoe Akib, Selasa (23/6/2026).

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UMGO, Dr. Indri Afrian Yasin, mengatakan tema KKD tahun ini berfokus pada ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan berbasis potensi lokal.

Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari komitmen UMGO dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat.

Sebanyak 274 mahasiswa mengikuti KKD Angkatan XXX. Dari jumlah itu, 254 mahasiswa mengikuti KKD Tematik, sementara sisanya mengikuti KKD Mandiri atau KKN Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN Mas).

Mahasiswa KKD Tematik akan ditempatkan di sejumlah desa di Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kabupaten Gorontalo.

Indri menjelaskan, salah satu program unggulan yang diusung dalam KKD kali ini adalah konsep One Village One Product yang bertujuan mengembangkan potensi unggulan desa secara berkelanjutan.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa.

Mereka akan terlibat dalam peningkatan kualitas produk, keamanan produk, pengemasan, hingga strategi pengembangan usaha yang sesuai dengan potensi lokal masing-masing desa.

“Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat membantu pengembangan UMKM desa, mulai dari peningkatan kualitas produk, keamanan produk, pengemasan, hingga strategi pengembangan usaha lainnya,” ujar Indri.

Ia menilai pembekalan menjadi tahapan penting agar mahasiswa memahami tugas, program kerja, dan metode yang tepat dalam melakukan pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi antara mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga dinilai penting untuk memastikan program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Sementara itu, Wakil Rektor II UMGO, Dr. Salahudin Pakaya, mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan pembekalan untuk meningkatkan kapasitas sebelum terjun ke lapangan.

Ia juga mendorong mahasiswa menjadi agent of change yang mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui ilmu dan pengalaman yang dimiliki.

“Mudah-mudahan setelah mengikuti pembekalan ini, mahasiswa benar-benar menjadi aktor perubahan yang mampu membantu memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat melalui ilmu dan pengalaman yang dimiliki,” katanya.

Kegiatan pembekalan turut dihadiri pimpinan universitas, kepala lembaga, dekan, ketua program studi, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKD Tematik Angkatan XXX.(*)

UMGO