DIGIMEDIA.ID – Manajemen RSUD Otanaha terus melakukan evaluasi layanan obat rawat jalan setelah masyarakat mengeluhkan ketersediaan sejumlah obat di apotek rumah sakit sejak diterapkannya kebijakan pemisahan depo obat pasien rawat inap dan rawat jalan.
Pelaksana tugas Direktur RSUD Otanaha, Saleh Zubeidi menjelaskan kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga ketersediaan stok obat bagi pasien rawat inap agar tidak mengalami kekosongan.
Di sisi lain, penerapan kebijakan itu membuat sejumlah obat tidak lagi tersedia di apotek depan rumah sakit sehingga memicu keluhan dari pasien rawat jalan.
Menurut Saleh, manajemen rumah sakit telah menyiapkan solusi bagi pasien rawat jalan, khususnya penderita penyakit kronis yang keberatan dialihkan ke Puskesmas melalui program Prolanis.
RSUD Otanaha juga telah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan agar pasien tetap memperoleh obat dengan kebutuhan selama satu bulan penuh.
Bagi pasien yang membeli obat di luar rumah sakit, manajemen memastikan penggantian biaya tetap dilakukan melalui mekanisme reimbursement.
Pengembalian dana dilakukan melalui transfer rekening setelah pasien melengkapi administrasi surat pertanggungjawaban atau SPJ.
Selain persoalan distribusi, manajemen mengakui proses pengadaan obat membutuhkan waktu cukup panjang sebelum bisa disalurkan kepada pasien.
Rumah sakit juga melakukan seleksi ketat terhadap masa kedaluwarsa obat dari distributor demi menjamin keamanan pasien.
Di sisi lain, Plt Kepala Bidang Pelayanan RSUD Otanaha, Olga Mondong menyebut banyak pasien kronis dan lanjut usia keberatan dirujuk kembali ke Puskesmas.
Menurut Olga, sebagian pasien merasa lebih nyaman menjalani pengobatan di rumah sakit meski jenis obat yang tersedia pada dasarnya sama.
“Pasien merasa mendapatkan penjelasan yang lebih detail dan memuaskan terkait kondisi kesehatan mereka dibandingkan saat berobat di fasilitas kesehatan tingkat pertama,” ujarnya.
Selain layanan obat, RSUD Otanaha juga memberikan klarifikasi terkait antrean dokter spesialis pada layanan praktik sore.
Pasien diimbau memanfaatkan sistem pendaftaran online agar pelayanan lebih tertata dan antrean tidak menumpuk.
Manajemen juga menjelaskan hasil pemeriksaan radiologi pasien umum belum dapat diterima pada hari yang sama karena belum tersedia dokter spesialis radiologi tetap.(*)














