DIGIMEDIA.ID – Provinsi Gorontalo mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,68 persen pada triwulan I tahun 2026. Angka itu menempatkan Gorontalo di posisi keempat nasional berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Data yang diumumkan awal Mei tersebut menunjukkan Gorontalo berada di bawah Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara.
Sulawesi Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi 8,32 persen. Nusa Tenggara Barat tumbuh 13,64 persen, sementara Maluku Utara mencapai 19,64 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi Gorontalo setelah pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Pertumbuhan ekonomi itu dinilai mencerminkan meningkatnya aktivitas investasi, perputaran uang, serta penerimaan negara dari berbagai sektor usaha di daerah.
Sektor pertambangan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Gorontalo. Aktivitas produksi tambang mulai memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah.
“Terutama sektor pertambangan yang selama ini belum dirasakan negara manfaatnya sekarang semakin berdampak,” kata Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo, Mohamad Trizal Entengo.
Ia mencontohkan Perusahaan Pani Gold di Kabupaten Pohuwato yang mulai berproduksi dan telah memberikan kontribusi bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Pada tahap awal produksi, perusahaan tersebut disebut menyumbang sekitar Rp12 miliar kepada pemerintah provinsi.
Di sektor pertanian, kondisi kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari nilai tukar petani yang mencapai 120,24 poin.
Sementara itu, inflasi Gorontalo masih relatif terkendali di angka 2,60 persen secara year-on-year.
Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi vertikal, perbankan, sektor swasta, dan masyarakat terus terjaga.
“Bapak Gubernur Gusnar Ismail berharap kolaborasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, dukungan dari TNI/Polri, intansi vertikal, perbankan, swasta dan seluruh masyarakat dapat terus baik agar visi Gorontalo Maju dan Sejahtera dapat benar-benar terwujud,” pungkas Trizal.(*)













