Scroll Untuk Tutup Iklan
Pendidikan

UMGO Terlibat Langsung dalam Literasi dan Edukasi Hukum Bidang Perfilman bersama LSF RI

75
×

UMGO Terlibat Langsung dalam Literasi dan Edukasi Hukum Bidang Perfilman bersama LSF RI

Sebarkan artikel ini
Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), dipercayakan dan terlibat langsung dalam event Literasi dan Edukasi Hukum Bidang Perfilman dan Penyensoran Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia (RI).
  • Editor : Adrian Towadi
  • Kontributor : Jay Zainudin

DIGIMEDIA.ID – UMGO berpartisipasi dalam event Literasi dan Edukasi Hukum Bidang Perfilman dan Penyensoran Republik Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia (RI). Pada Selasa (16/05/2023), di hotel Aston Gorontalo.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Rektor UMGO, Prof. Abd. Kadim Masaong, Ketua Subkomisi Pemantauan dan Evaluasi Dr. Fetrimen, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo Fakultas Bisnis Digital, Siswa/siswi SMK Negeri 1 Gorontalo, Komunitas Film Gorontalo, Rumah Produksi Gorontalo, Kantor Bahasa Provinsi, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi, dan Wartawan Lokal.

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Narasumber dalam acara ini termasuk Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UMGO, Dr. Apris Ara Tilome, Ketua Subkomisi Penyensoran Tri Widyastuti Setyaningsih, Ketua Subkomisi Apresiasi dan Promosi Joseph Samuel Krishna AA, S.H., serta moderator Dosen Hukum UMGO, Siti Magfirah, S.H., M.H.

Sebagai penyelenggara, LSF berharap kegiatan ini akan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk-produk hukum terkait penyensoran film,

khususnya dalam hal penetapan kelayakan dan klasifikasi usia penonton. Tujuannya adalah menciptakan literasi hukum yang baik dalam pembuatan film yang sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

Dr. Fetrimen, dalam sambutannya, mengungkapkan pentingnya literasi dan edukasi mengenai hukum perfilman dan proses penyensoran di setiap daerah.

Ia menekankan bahwa dengan banyaknya produk digital yang masuk secara pribadi, perlu adanya pemahaman mengenai dampaknya pada masyarakat, serta perlunya penyensoran dan penggolongan usia agar film dapat ditonton oleh masyarakat sesuai dengan golongan usianya.

Rektor UMGO, Prof. Abd. Kadim Masaong, menyampaikan selamat datang kepada para narasumber dalam acara tersebut.

Baca Juga  Tingkatkan Skill Trainer Mahasiswa, Fakultas Psikologi UMGO Gelar Rangkaian Praktikum Problem Solving

Ia menganggap film sebagai media yang sangat efektif dalam edukasi, proses pendidikan, dan budaya. Menurutnya, lembaga sensor memiliki peran strategis dalam membangun proses pendidikan dan nilai-nilai karakter bagi anak didik.

Selain itu, film juga memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi serta nilai-nilai agama dan Pancasila yang dapat dipahami melalui film.

Prof. Kadim berharap melalui peran LSF, film dapat memperkuat budaya dan memberikan nilai edukasi dan dakwah untuk membangun karakter anak bangsa. Ia mengharapkan agar produser film dapat menghasilkan karya film yang memiliki nuansa edukasi, budaya, serta memperkuat(Ane)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *