DIGIMEDIA.ID – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menggelar silaturahim penguatan kompetensi programming dan computational thinking bagi 141 sekolah menengah se-Provinsi Gorontalo, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Indoor David Bobihoe Akib dan melibatkan kepala sekolah serta operator SMA/SMK/MA/SLB dari seluruh wilayah Gorontalo.
Ketua panitia Wahyudin Hasyim menyampaikan kegiatan ini merupakan respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi informasi dan dukungan program penguatan coding serta kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, dunia pendidikan kini tidak hanya dituntut sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara optimal dalam proses pembelajaran.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menghadirkan ruang strategis untuk membangun kolaborasi antara UMGO dan satuan pendidikan SMA/SMK/MA/SLB se-Provinsi Gorontalo, khususnya dalam meningkatkan kompetensi pembelajaran peserta didik,” ujar Wahyudin.
Rektor UMGO Prof. Dr. Abd. Kadim Masaoang menegaskan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan naskah kerja sama antara UMGO dan para kepala sekolah sebagai bentuk komitmen bersama.
“Sebagai perguruan tinggi, UMGO memiliki tanggung jawab untuk bermitra dengan sekolah-sekolah agar kontribusi dalam pengembangan pendidikan semakin optimal. Kami memiliki program studi Sistem Informasi, Ilmu Komputer, dan Bisnis Digital yang siap mendukung bapak dan ibu dalam penguatan kompetensi di sekolah,” jelasnya.
UMGO juga menegaskan komitmennya dalam mendukung visi pendidikan bermutu melalui program pendampingan dan revitalisasi sekolah di Gorontalo.
Ke depan, tim UMGO akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan penguatan kepada guru dan siswa sebagai tindak lanjut kegiatan ini.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Siti Maria I. Lahidjun mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dan sistematis.
Ia menilai kegiatan ini mendorong pola pikir yang lebih terstruktur dalam menghadapi kompleksitas dunia pendidikan di era digital.
“Kegiatan ini mengajak kita untuk berpikir sistemik. Pendidikan itu kompleks, sehingga membutuhkan pendekatan yang terstruktur dan terarah. Melalui kegiatan ini, kita juga didorong untuk membudayakan digitalisasi dalam menjawab kebutuhan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Program ini diharapkan berkelanjutan, dievaluasi setiap tahun, serta diperluas hingga melibatkan instansi dinas untuk memperkuat sinergi pendidikan di Gorontalo.(*)













