Scroll Untuk Tutup Iklan
Pendidikan

Tingkatkan Kinerja Penilitan Dosen, LPPM UMGO Gelar Coaching Clinic

634
×

Tingkatkan Kinerja Penilitan Dosen, LPPM UMGO Gelar Coaching Clinic

Sebarkan artikel ini
LPPM UMGO menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarkat Tahun 2024.

DIGIMEDIA.ID – “Harapan kami ada peningkatan kualitas dan kuantitas proposal riset teman-teman dosen UMGO, sehingga diharapkan dapat menembus hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2024.”

Demikian kata Ketua LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Dr. Indri Afriani Yasin, dalam kegiatan Coaching Clinic Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh LPPM UMGO pada hari Senin-Selasa, 6-7 Februari 2024.

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
PPP
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi dosen dalam membuat draft proposal yang berkualitas dan sesuai dengan kriteria dan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Narasumber pada kegiatan ini untuk hari pertama yaitu Prof Dr. Lukman A.R. Laliyo, dan hari ke dua dibawakan oleh Dr. Razak H. Umar.

Kegiatan ini dilakukan secara offline di Ruang Aula LPPM UMGO dan diikuti oleh sejumlah dosen dari berbagai fakultas dan program studi di UMGO.

Kegiatan Coacing Clinic secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Prof. Abd. Kadim Masaong, ia memberikan arahan kepada peserta Coaching Clinic tentang pentingnya acara ini untuk dosen di lingkungan Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

“Dosen adalah pekerjaan profesi dengan tiga tugas utama yakni, mengajar, meneliti dan mengabadi ketiga ini jangan dibalik dan harus dijalankan seimbang.

“Kita harus produktif juga dan ketika menggunakan tulisan mahasiswa harus izin menggunakan karya mahasiswa, datanya dipakai dan isinya diramu agar tidak terkesan dosen numpang nama,” Tegasnya.

Ia juga meminta dosen untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas penelitian dan pengabdian mereka.

Bahkan berjanji akan memberikan insentif sebesar 10 juta rupiah bagi dosen yang penelitiannya terindeks Scopus, salah satu basis data penelitian internasional yang diakui oleh Kemendikbudristek.

Kalau ada dosen yang penelitiannya terindeks Scopus 1 kita siapkan 10 juta, kenapa scopus karena ini sangat penting sekali,” Ujarnya.

Selain itu, Ia meminta dosen untuk melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian, baik sebagai asisten, kolaborator, maupun penulis.

Dengan harapan hasil riset dosen dapat dijadikan sebagai bahan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa.

“Saya berharap semua dosen membonceng mahasiswa membuat penelitian kolaboratif bahkan apabila lolos hibah penelitian tidak perlu lagi membuat skripsi,” Tutupnya.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO