ADV Honda

Puskesmas Pinogu Bone Bolango Dapat Penghargaan Infak GIC dari Dinkes Provinsi Gorontalo

192
×

Puskesmas Pinogu Bone Bolango Dapat Penghargaan Infak GIC dari Dinkes Provinsi Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Penyerahan penghargaan kepada perwakilan Puskesmas Pinogu atas kontribusi infak pembangunan Gorontalo Islamic Center, Rabu (18/03/2026).
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Puskesmas Pinogu Kabupaten Bone Bolango menerima penghargaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo sebagai puskesmas teraktif berinfak untuk pembangunan Gorontalo Islamic Center (GIC) periode Februari 2026.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, pada Rabu, 18 Maret 2026.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Hadiah sederhana itu diserahkan kepada petugas surveilans, Lana, sebagai perwakilan dari Puskesmas Pinogu Kabupaten Bone Bolango.

Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan atas komitmen dan konsistensi tenaga kesehatan dalam menumbuhkan budaya berbagi di lingkungan kerja.

Selain itu, langkah tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya di Provinsi Gorontalo.

Anang menyampaikan bahwa kegiatan infak tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mencerminkan solidaritas dan empati dalam pelayanan kesehatan.

“Hadiah ini bukan semata tentang jumlah yang terkumpul, tetapi tentang keikhlasan dan konsistensi dalam berbagi. Kami berharap semangat yang ditunjukkan oleh Puskesmas Pinogu dapat menjadi contoh dan memotivasi puskesmas lainnya untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan kerja,” ujar Anang.

Ia menambahkan, penghargaan sederhana tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi tenaga kesehatan untuk terus mempertahankan semangat berbagi.

Menurutnya, kontribusi tenaga kesehatan tidak hanya terbatas pada pelayanan medis, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang berdampak luas.

Sebagai informasi, Puskesmas Pinogu termasuk dalam kategori wilayah terpencil dan sangat terpencil berdasarkan klasifikasi pelayanan kesehatan.

Secara geografis, wilayah ini memiliki akses terbatas dengan medan yang menantang serta waktu tempuh yang relatif panjang.

Kondisi tersebut menuntut dedikasi tinggi, ketahanan fisik, serta komitmen kuat dari tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah tersebut.(*)

UMGO