DIGIMEDIA.ID – “Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat, terutama kalangan kurang mampu, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah terkait pelaksanaan pasar murah bersubsidi.
Idah menjelaskan, program pasar murah bersubsidi merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto melalui kementerian terkait di bidang pangan dan pertanian.
Program ini bertujuan mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok serta menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan saat terjadi fluktuasi harga.
Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen melakukan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi berdasarkan data dan hasil pemantauan, termasuk dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam pelaksanaannya, pasar murah melibatkan sejumlah pelaku usaha dan gerai sebagai mitra. Mereka menjual bahan kebutuhan pokok di bawah harga normal sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah membantu masyarakat.
Sebanyak tujuh komoditas disediakan dalam paket subsidi. Masyarakat dapat menebus paket tersebut seharga Rp95.000 dari total harga normal Rp247.750. Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp152.750 atau setara 62 persen.
Adapun rincian komoditas yang disubsidi meliputi beras lima kilogram seharga Rp25.000, minyak goreng Rp10.000 per liter, cabai rawit Rp10.000 per 0,25 kilogram, bawang merah Rp10.000 per 0,5 kilogram, gula pasir Rp10.000 per kilogram, telur Rp10.000 per 10 butir, serta ayam pedaging Rp20.000 per ekor.(*)














