Scroll Untuk Tutup Iklan
Headline

Pelatihan bagi Anak Putus Sekolah, PKK Kabgor Gagas Market School

450
×

Pelatihan bagi Anak Putus Sekolah, PKK Kabgor Gagas Market School

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Launching Mengajar di Era Merdeka Belajar, PKK Kabgor.

Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo kembali menggagas program inovatif, Yaitu Sekolah Pasar atau Market School. Resmi dilaunching Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, M.Pd, dengan tema “PKK Mengajar di Era Merdeka Belajar”. Pasar Tradisional Kayubulan di Kecamatan Limboto dipilih sebagai lokasi percontohan pada Kamis (13/07/2023).

Dalam upaya mengurangi tingkat putus sekolah dan pengangguran, Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Prof. Fory Armin Naway, mengungkapkan bahwa sekolah pasar dirancang untuk menerima anak-anak yang telah putus sekolah (APS).

Program ini merupakan kolaborasi antara beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Capil, Dinas P3A, serta Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gorontalo.

Menurut Prof. Fory Armin Naway, anak-anak yang berpartisipasi dalam sekolah pasar tidak diwajibkan menggunakan seragam formal.

Mereka dapat belajar dengan enjoy tanpa ada mata pelajaran yang menakutkan. Guru-guru akan memberikan materi pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan potensi anak-anak, sesuai dengan program “Merdeka Belajar” yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Fory Armin Naway menjelaskan bahwa anak-anak didik dalam sekolah pasar tidak diharuskan mengenakan seragam, mengingat kondisi ekonomi orang tua mereka. Namun, jika mereka telah bergabung dan berintegrasi dengan baik di sekolah, maka pihak sekolah akan mencoba membantu orang tua mereka.

Lebih lanjut, Fory Naway menjelaskan bahwa sekolah non-formal ini bertujuan untuk memberikan akses kepada anak-anak yang putus sekolah terhadap sumber daya yang sulit dijangkau sebelumnya.

Dia menegaskan bahwa anak-anak ini bukan tidak ingin sekolah, melainkan terkendala oleh keterbatasan sumber daya yang menghalangi mereka untuk bersekolah.

Fory Naway menyatakan, “Melalui program ini, kami berusaha menjemput bola dengan mendekatkan akses sumber daya.” Guru besar dari Universitas Negeri Gorontalo tersebut menambahkan bahwa program sekolah pasar ini akan dilaksanakan di seluruh pasar besar yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Gorontalo.

Bupati Nelson memberikan apresiasi terhadap ide dan gagasan PKK dalam meluncurkan program sekolah pasar ini. Ia menyadari bahwa banyak anak-anak yang putus sekolah sudah bekerja untuk membantu perekonomian keluarga mereka.

Oleh karena itu, dengan mendekatkan sekolah kepada mereka, diharapkan ruang belajar mereka akan lebih baik sehingga perekonomian dan pendidikan tetap berjalan.

Nelson berharap bahwa tidak hanya sukses dalam pendidikan, tetapi juga sukses dalam kehidupan mereka. Ia berharap masa depan anak-anak tersebut akan lebih cerah daripada hari ini.

Selain itu, Nelson juga berharap kurikulum yang diterapkan dalam proses kegiatan belajar-mengajar akan mengikuti kesetaraan paket A, B, dan C.(Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO