Scroll Untuk Tutup Iklan
Kab Pohuwato

KKMD Provinsi Gorontalo Pantau Masterplan Pengelolaan Mangrove di Desa Torosiaje

586
×

KKMD Provinsi Gorontalo Pantau Masterplan Pengelolaan Mangrove di Desa Torosiaje

Sebarkan artikel ini
Pemantauan masterplan pengelolaan mangrove Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Gorontalo di Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (23/12/2023).

“Kedepannya mangrove harus dipertahankan sebagai sumber kehidupan. Kita juga harus bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, oleh sebab itu Insya Allah akan diprogramkan pada tahun 2024.”

“KKMD akan lebih berkolaborasi lagi dengan masyarakat yang ada di Desa Torosiaje,” kata Ketua KKMD Provinsi Gorontalo Hoerudin, saat melakukan pemantauan masterplan pengelolaan mangrove di Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (23/12/2023).

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
ADV
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Pemantauan ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2022 tentang organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan.

Hoerudin menjelaskan, di kawasan mangrove Desa Torosiaje terdapat beberapa lokasi yang menjadi tempat ritual pengobatan tradisional, seperti tiba anca.

Mangrove juga dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan, seperti daun dangkalan, agaganga, sikapo, dan kulit mangrove jenis rhizopora SP.

Hoerudin mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah mangrove Desa Torosiaje untuk menjaga ekosistem mangrove yang merupakan kawasan ekosistem esensial, yang telah ditetapkan oleh gubernur dengan luas sekitar 1.300 hektar.

Ia juga berharap masyarakat berpartisipasi dalam memperbaiki mangrove yang rusak di kawasan torosiaje serumpun.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Lingkungan (KSL) Paddakauang Desa Torosiaje serumpun, Umar Pasandre, mengatakan kawasan mangrove Desa Torosiaje menghadapi ancaman gelombang pasang,-

Terutama pada musim timur dan barat. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya jenis-jenis mangrove yang ada di sana.

Umar menambahkan, pihaknya akan terus mengawasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,-

Tentang pentingnya mangrove sebagai sumber kehidupan di wilayah perairan Torosiaje.

Pemantauan masterplan pengelolaan mangrove di Desa Torosiaje berlangsung selama empat hari, mulai dari 22 hingga 25 Desember 2023.

Pemantauan ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan DAS, Kepala DLHK Provinsi Gorontalo, Ketua Forum KKMD, Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Provinsi Gorontalo, dan Kabid Pengelolaan Informasi dan Publik Diskominfotik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO