Scroll Untuk Tutup Iklan
Headline

Kemarau Ancam Gagal Panen, Pemprov Gorontalo Antisipasi Kerugian Petani

2102
×

Kemarau Ancam Gagal Panen, Pemprov Gorontalo Antisipasi Kerugian Petani

Sebarkan artikel ini

DIGIMEDIA.ID – Dalam pertemuan dengan wartawan dan pimpinan media yang berlangsung di Angelato pada Selasa malam (22/8/2023).

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, memberikan peringatan serius terkait potensi gagal panen yang mengancam lahan jagung seluas 46,2 hektar dari total 1250 hektar di Dungaliyo dan Batudaa. Kondisi ini disebabkan oleh posisi tanam yang masuk dalam periode musim kemarau.

Advertisement Google

Muljady menegaskan bahwa pihaknya tengah terus memantau situasi lapangan. Dalam laporan terbaru, tanaman padi masih dalam kondisi baik tanpa tanda-tanda gagal panen.

Namun, situasi berbeda dialami oleh tanaman jagung di Dungaliyo dan Batudaa yang menghadapi tantangan serius. “Kami mencatat kejadian yang memengaruhi jagung di Dungaliyo dan Batudaa,” tegas Muljady.

Pada kesempatan yang sama, Muljady juga menguraikan tentang tiga jenis asuransi yang tersedia untuk para petani.

Di antara asuransi tersebut, ada dua jenis yang mendapatkan subsidi dari pemerintah. Pemerintah mengcover sejumlah premi asuransi usaha tani hingga Rp144 ribu dari total premi Rp180 ribu, sehingga petani hanya perlu membayar Rp36 ribu.

Jika ada kegagalan panen, petani berhak mendapatkan ganti rugi senilai Rp6 juta. Meskipun demikian, untuk asuransi jagung, tidak ada subsidi yang diberikan. Premi tetap sebesar Rp100 ribu, dan jumlah ganti rugi yang diterima petani tetap Rp6 juta.

Tidak hanya untuk tanaman, asuransi juga diperuntukkan bagi hewan ternak sapi. Dalam hal ini, ganti rugi mencapai Rp10 juta dengan premi Rp200 ribu, ditambah subsidi Rp160 ribu jika sapi mengalami hilang atau penyakit.

Muljady juga menyampaikan bahwa sekitar 32 ribu hektar dari total lahan pertanian, termasuk 4.250 hektar lahan padi, telah dilindungi melalui skema asuransi.

Baca Juga  Penggerebekan Judi Sabung Ayam, 41 Orang Diamankan

Dalam kaitannya dengan dampak kemarau yang sedang berlangsung, Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, memberikan pandangan yang penting.

Ia menyarankan agar petani yang menghadapi kendala dalam menanam jagung atau padi akibat musim kemarau, untuk mempertimbangkan perubahan komoditas. Ismail mengambil contoh kasus di Makassar, di mana buah semangka menjadi alternatif selama musim kemarau karena tumbuh tanpa memerlukan tanah yang lembap.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi potensi kelangkaan pangan melalui intervensi pasar murah dan pengumpulan data rawan pangan.

“Biasanya saat kemarau bahan pangan kurang, harga cenderung naik, permintaan tetap, persediaannya kurang, hukum ekonomi pasti begitu. Tapi kita pemerintah sudah siap untuk itu,” tutup Ismail.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *