Scroll Untuk Tutup Iklan
Kab Pohuwato

Bandara Pohuwato Diharapkan Menjadi Aset Strategis dengan Tata Ruang yang Terencana

168
×

Bandara Pohuwato Diharapkan Menjadi Aset Strategis dengan Tata Ruang yang Terencana

Sebarkan artikel ini
Penjagub Gorontalo Ismail Pakaya didampingi Kadis Perhubungan dan Kepala Biro Pengendalian Ekonomi, saat memimpin rapat koordinasi dengan Kepala – Kepala Balai Kementerian Perhubungan wilayah Gorontalo di Aula Rujab Gubernur, Minggu (28/5/2023). (Foto: Fikry/Pemprov)

DIGIMEDIA.ID- Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, menyoroti pentingnya perencanaan tata ruang yang komprehensif untuk Bandara Pohuwato guna mempertimbangkan perkembangan daerah dalam jangka waktu yang panjang.

Dalam rapat koordinasi dengan Kepala-Kepala Balai Kementerian Perhubungan wilayah Gorontalo, Penjagub Ismail menekankan bahwa proyek pembangunan bandara ini harus memperhitungkan aspek lingkungan dan kebutuhan masa depan selama 30-40 tahun mendatang.

“Sebelum kita melihat adanya pemukiman dan perkembangan lainnya di sekitar bandara, kita harus mempertimbangkan semua faktor sejak sekarang. Misalnya, apabila terdapat kawasan hutan lindung atau aspek lainnya di sekitar lokasi, semuanya harus dipertimbangkan dengan matang untuk jangka waktu 30 hingga 40 tahun ke depan,” ungkap Ismail saat memimpin rapat koordinasi di Aula Rujab Gubernur pada Minggu (28/5/2023).

Ia menggarisbawahi bahwa keberadaan Bandara Pohuwato dapat menimbulkan masalah di masa depan jika tata ruangnya tidak direncanakan secara baik.

Oleh karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang-Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PUPR-PKP), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Daerah setempat diminta untuk melakukan pemetaan kebutuhan ruang dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi yang akan terjadi di masa mendatang.

“Saat ini, saya melihat bahwa yang ada hanya memenuhi kebutuhan yang ada saat ini. Kita tidak hanya boleh membangun sesuatu yang dapat kita nikmati saat ini, tetapi juga harus membangun untuk generasi mendatang. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan semua aspek, termasuk mengatasi masalah lahan yang menjadi hambatan,” tegasnya.

Selain itu, Penjagub Ismail juga mengusulkan agar segera disiapkan pembukaan rute penerbangan baru yang terhubung dengan Bandara Pohuwato.

Koordinasi dengan pemerintah pusat dan maskapai penerbangan diharapkan dapat dilakukan guna memastikan bandara ini tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga berfungsi optimal.

Rapat koordinasi yang dihadiri oleh tujuh Kepala Balai dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kantor Kementerian Perhubungan wilayah Gorontalo, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro, menjadi langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan pengembangan Bandara Pohuwato yang diharapkan menjadi aset infrastruktur jangka waktu panjang.(Ane)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO