ADV Honda

Pemkab Pohuwato Ingin Bandara Panua Layani Pesawat Berkapasitas Lebih Besar

53
×

Pemkab Pohuwato Ingin Bandara Panua Layani Pesawat Berkapasitas Lebih Besar

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 6 detik
Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyerahkan proposal perpanjangan runway Bandara Panua kepada Kementerian Perhubungan. Pemkab mengusulkan panjang landasan bertambah dari 1.200 menjadi 2.200 meter.

POHUWATO – Pemerintah Kabupaten Pohuwato mendorong pengembangan Bandara Panua agar tidak lagi terbatas pada penerbangan perintis dan dapat melayani pesawat dengan kapasitas lebih besar.

Upaya tersebut ditempuh melalui usulan perpanjangan landasan pacu atau runway dari 1.200 meter menjadi 2.200 meter. Usulan itu disampaikan langsung kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menemui Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Achmad Setiyo Prabowo, Rabu (7/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Saipul menyerahkan proposal penambahan runway sepanjang 1.000 meter sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan Bandara Panua Pohuwato.

Saipul menilai Bandara Panua memiliki peran strategis bagi daerah karena dapat menunjang mobilitas masyarakat, tenaga kerja, pelaku usaha, serta tamu perusahaan yang datang ke Pohuwato.

Menurut dia, pengembangan runway akan membuka peluang bagi Bandara Panua untuk melayani penerbangan dengan kapasitas pesawat lebih besar dibandingkan layanan yang berjalan saat ini.

Keberadaan bandara juga dinilai penting karena Pohuwato memiliki jarak yang cukup jauh dari Bandara Djalaluddin Gorontalo. Kondisi tersebut membuat akses penerbangan lokal semakin dibutuhkan.

“Bandara Panua Pohuwato sangat penting untuk dikembangkan karena dapat menunjang kebutuhan daerah sekaligus menjadi alternatif akses penerbangan selain Bandara Djalaluddin Gorontalo,” jelas Saipul.

Kebutuhan terhadap konektivitas udara, kata Saipul, semakin besar seiring meningkatnya aktivitas investasi di Pohuwato yang berdampak terhadap mobilitas orang masuk dan keluar daerah.

Tenaga kerja dari luar daerah, tamu perusahaan, hingga pejabat pemerintah menjadi bagian dari pergerakan orang yang dinilai membutuhkan dukungan layanan transportasi udara memadai.

Pertumbuhan penduduk dan perekonomian Pohuwato juga disebut ikut meningkatkan kebutuhan konektivitas. Kondisi tersebut diperkirakan membuat mobilitas masyarakat semakin tinggi ke depan.

“Peluang kehadiran orang yang datang ke Pohuwato begitu besar, baik tenaga kerja dari luar daerah maupun tamu dari perusahaan dan pejabat pemerintah,” ungkapnya.

Saipul mengatakan, pengembangan Bandara Panua tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan penumpang, tetapi juga diharapkan mendukung pergerakan barang dari dan menuju Kabupaten Pohuwato.

Sejak diresmikan pada 2024, Bandara Panua masih melayani penerbangan perintis dengan frekuensi terbatas, yakni satu kali dalam sepekan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pohuwato berharap perpanjangan runway dapat direalisasikan pada 2027. Dengan panjang 2.200 meter, bandara diharapkan mampu melayani pesawat berkapasitas lebih besar.

“Sejak diresmikan pada 2024, Bandara Pohuwato masih melayani penerbangan perintis, itupun dalam seminggu hanya satu kali penerbangan,” kata Saipul.

Ia berharap perpanjangan runway dapat meningkatkan kapasitas layanan Bandara Panua, termasuk memungkinkan pesawat jenis Boeing 737 mendarat di bandara tersebut.

“Insyaallah tahun 2027 bisa dianggarkan untuk perpanjangan runway, sehingga semakin memudahkan orang dan barang untuk masuk maupun keluar dari Pohuwato,” pungkasnya.(*)

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida
UMGO