ADV Honda
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Cerita Mahasiswi UI Merinding Bawa Tari Sakral Tidi Lo Polopalo di TMII

213
×

Cerita Mahasiswi UI Merinding Bawa Tari Sakral Tidi Lo Polopalo di TMII

Sebarkan artikel ini
Desain tanpa judul 126
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Penampilan Tari Tidi Lo Polopalo saat dibawakan di panggung Festival Negeri Kami 2026, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (25/10/2026).

JAKARTA – Melodi (21), mahasiswi Universitas Indonesia (UI), mengaku merinding dan antusias saat membawakan Tari Tidi Lo Polopalo bersama kawan-kawannya dalam ajang Festival Negeri Kami (FNK) 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Kesempatan emas ini dinilai sangat berharga oleh mahasiswi semester tujuh Fakultas Ilmu Budaya tersebut. Ia merasa bangga bisa memperkenalkan tarian langka ini di hadapan penonton dan peserta dari 38 provinsi yang memadati area festival.

Tidi Lo Polopalo bukanlah tarian sembarangan, melainkan seni klasik Gorontalo yang sejarahnya bermula dari lingkungan istana atau kaum bangsawan. Gerakannya sangat terikat aturan adat yang melambangkan keanggunan, budi pekerti, dan kesucian seorang perempuan.

“Perasaannya senang dan bersemangat. Karena tarian ini cukup langka, apalagi tarian Tidi juga sangat sakral di Gorontalo, sehingga saya merasa merinding saat tampil,” ungkap Melodi membagikan pengalaman emosionalnya di atas panggung.

Festival gagasan International Creatives Exchange (ICE) dan Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI) ini memang menjadi panggung epik perayaan budaya. Rangkaian acara bergengsi ini diawali pawai budaya yang menyatukan ragam busana adat Nusantara.

Melodi, yang juga mendalami Tari Saronde, berharap aksi panggungnya bisa memantik anak muda lain untuk lebih peduli pada tradisi. Ia ingin seni tari Gorontalo semakin eksis, terus berkembang dengan berbagai kreasi, dan dikenal luas oleh generasi kekinian.

Festival gagasan International Creatives Exchange (ICE) dan Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI) ini memang menjadi panggung epik perayaan budaya. Rangkaian acara bergengsi ini diawali pawai budaya yang menyatukan ragam busana adat Nusantara.

Pendiri sekaligus Global Head International Creatives Exchange, Atta Ul Karim, mengatakan gagasan festival mulai dirumuskan bersama tim sekitar delapan bulan sebelum pelaksanaan. Ia ingin mempertemukan seluruh provinsi Indonesia dalam satu ruang untuk merayakan kekayaan budaya.

“Budaya Indonesia sangat banyak, sampai kami sempat bingung harus membuat acara seperti apa. Akhirnya saya memutuskan, saya ingin mengumpulkan 38 provinsi Indonesia di satu tempat. Hari ini, Alhamdulillah, cita-cita itu tercapai,” tutur Atta.(*)

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida
UMGO