ADV Honda

Tak Ada Kelangkaan BBM, Pemkot Gorontalo Ungkap Penyebab Antrean di SPBU

67
×

Tak Ada Kelangkaan BBM, Pemkot Gorontalo Ungkap Penyebab Antrean di SPBU

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Plt Asisten II Pemerintah Kota Gorontalo Abdulhafidz Daud menyampaikan kondisi stok BBM dan persoalan antrean di sejumlah SPBU Kota Gorontalo.

KOTA GORONTALO – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Gorontalo menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, kondisi tersebut dipastikan bukan akibat menipisnya persediaan bahan bakar minyak (BBM).

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Pemerintah Kota Gorontalo, Abdulhafidz Daud, memastikan stok BBM jenis bensin dan solar masih dalam kondisi aman.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Kepastian itu disampaikan dalam rapat yang membahas ketersediaan BBM di Kota Gorontalo, termasuk kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Menurut Abdulhafidz, antrean terjadi salah satunya karena kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan kelangkaan setelah muncul informasi mengenai rencana pembatasan penyaluran BBM.

Kekhawatiran tersebut mendorong masyarakat membeli BBM lebih banyak dari biasanya. Kondisi itu kemudian berdampak pada meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Padahal, berdasarkan penjelasan pihak Pertamina dan pengelola SPBU, kuota BBM untuk kabupaten dan kota di Gorontalo masih berada dalam kondisi aman.

Pemerintah Kota Gorontalo juga meminta pengelola SPBU ikut menangani antrean kendaraan. Pengaturan diperlukan agar kendaraan yang mengantre tidak mengganggu aktivitas lalu lintas di sekitar SPBU.

Selain antrean, penggunaan barcode dalam pengisian BBM turut menjadi perhatian. Barcode diminta digunakan sesuai pemilik dan kendaraan yang telah terdaftar.

Penggunaan barcode kendaraan lain, termasuk dengan cara meminjam barcode, tidak diperbolehkan. Ketentuan itu diperlukan agar penyaluran BBM sesuai dengan data kendaraan dan kuota yang ditetapkan.

Persoalan lain yang disoroti adalah aktivitas penjualan BBM di pinggir jalan. Pengelola SPBU menilai praktik tersebut berpotensi memperpanjang antrean akibat pembelian berulang atau dalam jumlah berlebih.

Pemerintah juga diminta lebih selektif dalam menerbitkan rekomendasi BBM untuk sektor industri, pertanian, dan perikanan guna mencegah potensi penyalahgunaan.

Abdulhafidz menyebut terdapat kekhawatiran rekomendasi BBM disalahgunakan oknum tertentu. BBM yang diperoleh melalui rekomendasi dikhawatirkan justru dijual kembali di depot-depot pinggir jalan.

Untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan, pengelola SPBU turut mendorong monitoring kuota secara berkala kepada pihak Pertamina.

Pemantauan tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi penyaluran pada masing-masing SPBU sekaligus mengantisipasi persoalan distribusi yang dapat muncul.

Berbagai masukan dari pengelola SPBU akan menjadi bahan tindak lanjut Pemerintah Kota Gorontalo bersama pihak terkait.

“Harapan-harapan dari para pengelola SPBU itu insya Allah akan kita tindaklanjuti di tingkat Pemerintah Kota Gorontalo,” kata Abdulhafidz.(*)

UMGO