BONE BOLANGO – Kekeringan melanda 12 kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, hingga berdampak pada 1.763 kepala keluarga atau sekitar 6.846 jiwa.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih masyarakat meningkat. Hingga 9 September 2026, sebanyak 1.020.060 liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah terdampak.
Distribusi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, kementerian, serta lembaga kemanusiaan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Sedikitnya tujuh armada dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. Armada tersebut berasal dari sejumlah instansi dan lembaga terkait.
Armada yang terlibat antara lain BPBD Bone Bolango, BPBD Provinsi Gorontalo, PMI Bone Bolango, BPBPK Provinsi Gorontalo, serta Dinas Sosial Provinsi Gorontalo.
Pasokan air difokuskan pada wilayah dengan dampak kekeringan paling berat. Distribusi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango Achril Babyonggo mengatakan distribusi air bersih akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh armada yang tersedia.
“Distribusi air bersih akan terus dilakukan secara bertahap ke seluruh wilayah terdampak dengan mengoptimalkan seluruh armada yang tersedia,” kata Achril.
Penanganan juga menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Setiap kebutuhan masyarakat menjadi dasar dalam menentukan titik distribusi air bersih berikutnya.
Koordinasi antarinstansi terus diperkuat agar bantuan dapat menjangkau desa dan kecamatan yang mengalami kekeringan serta membutuhkan pasokan air bersih.
Menurut Achril, pemenuhan air bersih menjadi bagian penting dalam penanganan kondisi tersebut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
“Kami memastikan warga tetap mendapatkan air bersih bukan sekadar bagian dari penanganan bencana, tetapi menyangkut kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi ketika kekeringan mulai memukul kehidupan masyarakat,” pungkasnya.(*)














