ADV Honda

UMGO Kembali Dipercaya Jadi Mitra Penguatan Kompetensi Peneliti Perguruan Tinggi

38
×

UMGO Kembali Dipercaya Jadi Mitra Penguatan Kompetensi Peneliti Perguruan Tinggi

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
UMGO kembali dipercaya menjadi mitra pelaksanaan penguatan kompetensi peneliti melalui Workshop Penulisan Proposal Hibah Nasional bagi dosen muda dan vokasi se-Gorontalo. Kegiatan ini diharapkan memperbesar peluang dosen memperoleh pendanaan penelitian tingkat nasional.

DIGIMEDIA.ID – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) kembali dipercaya menjadi mitra penguatan kompetensi peneliti perguruan tinggi melalui Workshop Penulisan Proposal Hibah Nasional untuk Dosen Muda dan Vokasi Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Aula Lantai V Fakultas Kedokteran UMGO merupakan kolaborasi UMGO dengan Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan dan diikuti dosen muda UMGO serta dosen dari perguruan tinggi vokasi se-Gorontalo yang mendapatkan penguatan mengenai strategi penyusunan proposal hibah penelitian tingkat nasional.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Program tersebut juga melibatkan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas penelitian dosen.

Rektor UMGO Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong mengapresiasi kepercayaan yang kembali diberikan kepada kampus tersebut untuk menjadi bagian dari pelaksanaan program penguatan kompetensi peneliti.

Menurutnya, kepercayaan tersebut melanjutkan kerja sama sebelumnya ketika UMGO juga dipercaya terlibat dalam kegiatan penguatan kemampuan penulisan artikel bagi kalangan akademisi.

“Tahun lalu kita dipercaya dalam kegiatan penulisan artikel, dan hari ini kembali menjadi bagian dari kegiatan penguatan proposal hibah,” ujar Abd. Kadim saat kegiatan, Kamis (3/9/2026),

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi dosen untuk meningkatkan kapasitas penelitian sekaligus menjalankan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Abd. Kadim mengatakan peluang memperoleh hibah penelitian membutuhkan lebih dari sekadar gagasan yang baik karena dosen harus mampu memenuhi ketentuan administrasi dan substansi proposal.

Menurutnya, sejumlah penelitian berpotensi tidak memperoleh pendanaan akibat kelemahan dalam penyusunan administrasi maupun kualitas substansi yang belum memenuhi persyaratan.

“Kadang penelitian kita bagus, tetapi gagal di administrasi. Ada juga yang secara administrasi memenuhi, tetapi dari sisi substansi masih perlu diperbaiki,” katanya.

Karena itu, ia mendorong peserta memanfaatkan workshop secara maksimal, terutama dengan membawa gagasan maupun rancangan proposal yang dapat didiskusikan langsung bersama tim pakar.

Sementara itu, Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Prof. Heri Kuswanto mengatakan istilah peneliti atau dosen muda dalam program tersebut tidak semata-mata ditentukan berdasarkan usia.

Menurutnya, kategori tersebut juga mencakup dosen yang belum memiliki banyak pengalaman dalam penelitian maupun penyusunan proposal hibah dan ingin meningkatkan kompetensinya.

“Berbicara peneliti muda bukan berbasis usia. Mereka yang belum banyak memiliki pengalaman penelitian, maupun dosen yang ingin menambah pengalaman dalam penulisan proposal, sangat kami sambut,” jelasnya.

Prof. Heri mengungkapkan persaingan memperoleh pendanaan penelitian melalui sistem BIMA pada 2026 berlangsung cukup ketat karena jumlah proposal yang masuk mencapai sekitar 110 ribu.

Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 18 ribu proposal yang dapat memperoleh pendanaan, sementara keterbatasan anggaran membuat belum seluruh proposal yang dinilai baik dapat didukung.

Ia mengatakan tingginya jumlah proposal menunjukkan minat dosen dalam melakukan penelitian terus meningkat dan menjadi tantangan bagi pemerintah dalam memperluas dukungan pendanaan.

“Kita melihat minat Bapak dan Ibu dosen sudah luar biasa. Di sisi lain, pendanaan yang tersedia belum mampu meng-cover semuanya,” tuturnya.

Kementerian, kata dia, terus menyiapkan skema baru untuk memperluas peluang dosen memperoleh pendanaan penelitian, termasuk rencana pembukaan proposal hibah penelitian tahun 2027 pada akhir November.

Melalui workshop tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh materi teknis, tetapi juga memiliki rancangan proposal yang dapat terus disempurnakan sebelum diajukan pada skema pendanaan.

Prof. Heri menyebut peserta perlu membangun “tabungan proposal” agar memiliki kesiapan ketika kesempatan pengajuan hibah penelitian dibuka sesuai skema yang tersedia.

“Pulang dari sini bukan hanya membawa materi, tetapi memiliki tabungan proposal yang siap submit dan mudah-mudahan bisa lolos dengan kualitas terbaik,” harapnya.

Selain kemampuan teknis penyusunan proposal, kementerian juga mengingatkan pentingnya aspek etika penelitian yang perlu menjadi perhatian dalam proses pendampingan maupun penyusunan penelitian.

Workshop tersebut dihadiri Kabag Keuangan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Irvan Yuliastono, S.E., serta Tim Pakar Proposal Hibah Nasional yang diwakili Dr. Yohanes Eko Adi Prasetyanto.

Turut hadir Rektor UMGO Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, Wakil Rektor I Dr. Muh. Firyal Akbar, Wakil Rektor II Dr. Salahudin Pakaya, dan Wakil Rektor III Dr. Thamrin Kum.(*)

UMGO