DIGIMEDIA.ID – Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terintegrasi skrining Tuberkulosis (TBC) di Lapas Kelas IIA Gorontalo, Rabu (12/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pelayanan kesehatan bagi warga binaan, termasuk kondisi klinik serta dukungan tenaga kesehatan dan sarana prasarana.
Benjamin menilai keberadaan klinik di lingkungan lapas menjadi bagian penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pelaksanaan CKG, termasuk pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular dan deteksi dini TBC.
“Tadi saya menitipkan kalau bisa juga sesuai program pemerintah CKG kan bisa dilakukan pemeriksaan gula darah, tensi,” kata Benjamin.
Pemeriksaan juga dapat diarahkan untuk warga binaan yang memiliki indikasi suspek infeksi TBC atau kelainan jantung.
Menurut Benjamin, integrasi pemeriksaan kesehatan dengan skrining penyakit dapat mempercepat penemuan kasus dan memastikan tindak lanjut sesuai kebutuhan medis.
Ia menyebut warga binaan dengan faktor risiko perlu mendapatkan pemantauan dan pemeriksaan secara berkala agar kondisi kesehatan segera ditangani.
“Kalau memang perlu rawat inap,” ujar Benjamin, fasilitas kesehatan juga telah bekerja sama dengan rumah sakit untuk mendukung kebutuhan pelayanan tersebut.
Pemerintah, lanjut Benjamin, akan memperkuat seluruh klinik kesehatan yang berada di lapas di Indonesia dengan dukungan alat kesehatan.
Dukungan tersebut terutama diarahkan pada peralatan yang menunjang pelaksanaan program CKG bagi warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.
Benjamin mengatakan penguatan klinik menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pelayanan kesehatan dan memastikan akses deteksi dini bagi warga binaan.
Ia menyebut terdapat 532 klinik lapas yang akan dipetakan terlebih dahulu berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Ada 532 klinik itu kita mapping dulu kan tiap wilayah beda-beda, ada yang besar ada yang kecil ada yang sedang jadi dibantu sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Benjamin Paulus Octavianus dan Akhmad Wiyagus didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa.(*)














