DIGIMEDIA.ID – Petani di Kabupaten Boalemo segera menerima satu juta bibit kakao hasil penangkaran di Kecamatan Mananggu. Penyaluran ditargetkan berlangsung pada November 2026 sebagai bagian dari program hilirisasi kakao.
Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau lokasi penangkaran bibit kakao di Kecamatan Mananggu, Rabu (5/8/2026).
Satu juta bibit kakao itu disiapkan untuk mendukung penanaman di lahan seluas 1.000 hektare. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Dulupi, Tilamuta, Botumoito, dan Mananggu.
Gubernur Gusnar mengatakan program tersebut merupakan bagian dari hilirisasi kakao yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Ini termasuk program hilirisasi yang ditetapkan oleh bapak Presiden Prabowo Subianto. Untuk satu juta bibit kakao yang ada di penangkaran ini ditargetkan bulan November 2026 akan disalurkan kepada petani untuk proses penanaman,” jelas Gusnar.
Ia menjelaskan, Provinsi Gorontalo pada tahun ini memperoleh alokasi pengembangan lahan kakao seluas 3.500 hektare melalui program hilirisasi.
Dari total luasan tersebut, sebanyak 2.000 hektare berada di Kabupaten Boalemo, sedangkan 1.500 hektare lainnya berada di Kabupaten Pohuwato.
Bibit kakao diproduksi menggunakan teknik sambung pucuk. Setelah proses penyambungan, bibit disungkup selama dua minggu sebelum memasuki tahap penuaan dan pelebaran daun.
Tahapan tersebut dilakukan hingga bibit dinilai siap untuk didistribusikan kepada petani dan ditanam di lahan yang telah ditetapkan.
Gubernur juga meminta seluruh pihak mengantisipasi dampak musim kemarau agar proses pembibitan tetap berjalan optimal.
“Saya minta waspadai musim kemarau ini, mudah-mudahan tidak ada kendala. Saya juga berharap para penyuluh untuk selalu berada di lapangan dekat dengan petani,” tandasnya.(*)














