DIGIMEDIA.ID – Jejak budaya Jawa Tondano yang telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Gorontalo kembali mendapat perhatian. Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendorong Festival Seni dan Budaya Jaton menjadi bagian dari Kalender Event Provinsi Gorontalo sebagai langkah memperkuat pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur saat menghadiri pembukaan Festival Jaton yang dibuka Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, Rabu (9/7/2026).
Menurut Sugondo, keberadaan masyarakat Jawa Tondano tidak hanya menjadi bagian dari Kabupaten Gorontalo, tetapi juga kekayaan budaya Provinsi Gorontalo.
“Eksistensi masyarakat Jawa Tondano bukan hanya milik Kabupaten Gorontalo, tetapi menjadi bagian dari kekayaan budaya Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Ia menilai Festival Jaton memiliki nilai strategis dalam menjaga identitas budaya sekaligus mendorong pengembangan potensi budaya daerah.
Festival budaya tidak hanya menjadi wadah pelestarian tradisi, tetapi juga memiliki peluang untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Dengan masuk dalam kalender event provinsi, Festival Jaton diharapkan memiliki penyelenggaraan yang lebih terencana dan mampu menarik partisipasi masyarakat maupun wisatawan lebih luas.
Selain mendorong penguatan Festival Jaton, Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga menyatakan dukungan terhadap pengusulan Kiai Mojo sebagai Pahlawan Nasional.
Sugondo menegaskan pemerintah daerah siap mengawal proses administrasi serta memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki.
Dalam forum tersebut, disepakati Kabupaten Gorontalo, khususnya Desa Yosonegoro, menjadi tuan rumah Festival Jaton Tahun 2028.(*)














