DIGIMEDIA.ID – Konflik perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang kini memanas ternyata telah disinggung sebulan sebelumnya oleh Pakar HI GIF, Teuku Rezasyah.
Apa yang disampaikan akademisi tersebut menyoroti faktor energi dan kepentingan global di balik ketegangan kawasan Timur Tengah.
Teuku Rezasyah, Eksekutif Direktur GIF, dalam sebuah tayangan YouTube, membahas potensi konflik yang dipengaruhi isu minyak dan peran China.
Ia menjelaskan persoalan Iran tidak semata konflik militer, tetapi berkaitan erat dengan kepentingan energi dunia.
Menurutnya, kawasan Timur Tengah memiliki nilai strategis karena menjadi jalur penting distribusi minyak global.
Rezasyah juga menyinggung posisi China yang memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas pasokan energi dari kawasan tersebut.
Analisis itu disampaikan sekitar sebulan sebelum eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terjadi.
Ia memandang dinamika geopolitik di kawasan tersebut berpotensi meluas jika tidak dikelola melalui diplomasi.
Dalam pemaparannya, ia mengaitkan ketegangan Iran dengan persaingan kepentingan negara besar terhadap sumber daya energi.
Pernyataan tersebut kini kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya tensi militer Iran dengan AS dan Israel.
Secara garis besar, Rezasyah melihat konflik berpotensi berdampak pada stabilitas energi global.
Pandangan itu memperkuat analisis bahwa dimensi ekonomi dan geopolitik berkelindan dalam dinamika konflik Timur Tengah.
Ia sebelumnya telah mengingatkan bahwa isu minyak dan kepentingan China menjadi variabel penting dalam membaca arah konflik.
Situasi terbaru menunjukkan ketegangan Iran, AS, dan Israel berkembang dalam konteks yang lebih luas dari sekadar isu keamanan.(*)













