Scroll Untuk Tutup Iklan
Kota Gorontalo

Walikota Gorontalo Marten Taha Terapkan Strategi Mitigasi Kekeringan

147
×

Walikota Gorontalo Marten Taha Terapkan Strategi Mitigasi Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Marten Taha Saat Rapat Forkopimda tingkat Provinsi Gorontalo, Selasa (12/09/2023) di rudis Gubernur Gorontalo.

DIGIMEDIA.ID – Walikota Gorontalo, Marten Taha, telah menerapkan sejumlah strategi untuk menghadapi dampak kekeringan. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian yang dapat timbul akibat perubahan musim.

Walikota Marten menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan tiga langkah kunci dalam penanganan kekeringan.

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
PPP
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Pertama adalah upaya mitigasi, yaitu langkah-langkah untuk mengurangi risiko bencana yang dapat timbul akibat kekeringan.

Kedua adalah penanganan secara langsung baik di lapangan maupun di lokasi kejadian. Ketiga adalah gerakan perlindungan sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak.

“Dalam rangka mitigasi, kami mendirikan posko bencana kekeringan di BPBD Kota Gorontalo yang siap menerima laporan dari masyarakat jika terjadi dampak kekeringan. Kami juga telah menyiapkan armada tangki air sebagai pasokan air bersih jika ada wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Selain itu, kami melakukan sosialisasi dan publikasi potensi bencana kekeringan kepada masyarakat,” jelas Marten.

Selama periode kampanye Gernas BBI/BBWI Provinsi Gorontalo pada 16 Juni-17 September 2023 mencatatkan transaksi business matching dan pameran sebesar Rp50 miliar, serta Pengadaan Belanja Pemerintah (PDN) sebesar Rp57 miliar.

Kemudian, kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara berjumlah lebih dari 600 ribu wisatawatan, lebih dari 1087 UMKM unggulan yang berpartisipasi, 30 rangkaian kegiatan, 6 Kabupaten/Kota yang terlibat, lebih dari 40 titik lokasi event, serta lebih dari 50 stakeholder.

Selain itu, Marten juga mencatat bahwa bukan hanya kekeringan yang menjadi masalah di masyarakat, tetapi juga angin kencang yang berdampak negatif terutama pada nelayan di sepanjang garis pantai.

Untuk mengatasi masalah ini, ia telah meluncurkan Gerakan Pangan Murah di pesisir pantai, di mana masyarakat dapat membeli produk dengan harga maksimum 40-50% dari harga pasar.

“Pemerintah Kota berupaya agar warga masyarakat tetap dapat hidup dan tidak terdampak secara berlebihan oleh krisis ini dengan meluncurkan sejumlah bantuan sosial dalam APBD dan APBN. Kami juga memberikan bantuan usaha bersama kepada kelompok-kelompok di Kota Gorontalo,” tambah Marten.

Sebagai pemimpin masyarakat, Walikota Marten berharap upaya penanggulangan kekeringan yang telah dilakukan bersama pemerintah Kota Gorontalo akan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang paling merasakan dampak dari musim kekeringan ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO