Scroll Untuk Tutup Iklan
Pendidikan

Rektor UG Ungkap Tingginya Kasus Stunting di Desa Penghasil Ikan.

90
×

Rektor UG Ungkap Tingginya Kasus Stunting di Desa Penghasil Ikan.

Sebarkan artikel ini
Rektor Universitas Gorontalo Dr. Sofyan Abdullah, SP.,MP (Baju Biru) saat mengajukan permintaan penambahan kuota KIP Dihadapan Komisi X -Wakil Ketua DPR-RI

DIGIMEDIA.ID – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Gorontalo (UG) mengadakan Kuliah Pakar tentang Stunting yang dibuka oleh Rektor UG, Dr. Sofyan Abdullah, SP, MP. Pada Kamis (4/5).

Dalam acara tersebut, Dr. Sofyan mengungkapkan kasus stunting di wilayah pesisir Kabupaten Gorontalo, khususnya di Desa Lopo yang diharapkan menjadi desa bebas stunting. Desa Lopo sendiri berada di lokasi yang dekat dengan Kota Gorontalo.

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Dr. Sofyan menemukan hal menarik di Desa Lopo yang menurutnya perlu diteliti lebih lanjut. Meski merupakan wilayah penghasil ikan, anak-anak di sana tidak mengonsumsi ikan sehingga tingkat stunting tinggi.

Dr. Sofyan membeberkan penyebab dari fenomena ini, ternyata banyak ikan segar yang didapat langsung dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sementara itu, anak-anak hanya diberi makan ikan asin oleh nenek mereka yang tidak mengerti tentang gizi.

Menariknya, Desa Lopo dijadikan pilot project pengentasan stunting di Gorontalo oleh pemerintah provinsi.

Dalam upaya untuk menangani masalah stunting yang memprihatinkan, UG berinisiatif mengadakan Kuliah Pakar tersebut dan menghadirkan Prof Dr dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc, Sp.GK sebagai narasumber.

Dr. Sofyan sangat menghargai kehadiran Prof Dr dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc, Sp.GK dalam acara tersebut dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Selain membahas stunting, Dr. Sofyan juga menjajaki peluang kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam hal pembukaan Program Magister Kesehatan Masyarakat di UG.

Menurutnya, pembukaan Program Magister Kesehatan Masyarakat di UG sangat penting untuk menjawab kebutuhan pangsa pasar.

Dengan adanya pilot project di Desa Lopo, diharapkan dapat menjadi model yang dapat diaplikasikan di wilayah lain yang memiliki masalah stunting.

Baca Juga  LP2M UMGO Lakukan Penarikan Mahasiswa KKD Klaster Pentagon

Pihak UG dan pemerintah provinsi akan bekerja sama dalam mengatasi masalah stunting di Gorontalo dan memberikan pendampingan untuk Desa Lopo dalam upaya mencapai status desa bebas stunting.(Lita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *