ADV Honda

Puluhan UMKM Lokal Ikut Festival Mopuasa di Telaga Biru

195
×

Puluhan UMKM Lokal Ikut Festival Mopuasa di Telaga Biru

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Wakil Gubernur Gorontalo, Ida Syaidah saat berada di Hulondalo Mopuasa Festival 2026 di Telaga Biru.
Banner Artikel Pilihan

DIGIMEDIA.ID – Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal meramaikan Hulondalo Mopuasa Festival 2026 di Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, selama bulan Ramadan.

Festival tersebut resmi dibuka Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Senin (16/2/2026).

Kegiatan ini digagas generasi muda setempat sebagai ruang kreativitas Ramadan sekaligus upaya mendorong pergerakan ekonomi masyarakat melalui partisipasi pelaku UMKM lokal.

Menurut Idah, Hulondalo Mopuasa Festival tidak hanya memeriahkan Ramadan, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi serta ruang pelestarian budaya lokal Gorontalo.

“Kegiatan ini merupakan gagasan kreatif anak muda yang patut didukung pemerintah karena mampu menghadirkan nilai ekonomi sekaligus melestarikan budaya tradisional yang tidak boleh dilupakan,” ujar Idah.

Sebanyak 26 tenant UMKM terlibat, menampilkan beragam produk kuliner dan unggulan daerah yang dipasarkan kepada masyarakat setiap hari selama festival berlangsung.

Festival ini digelar sejak awal Ramadan hingga H-2 Idulfitri 1447 Hijriah, dengan jam operasional pukul 16.00 hingga 00.00 WITA.

Wagub Gorontalo mendorong para tenant memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi agar jangkauan pemasaran semakin luas dan menarik minat pengunjung.

Ia juga menyarankan pengelola menghadirkan konsep kreatif dan hiburan bernuansa Islami secara berkala, khususnya setelah salat tarawih, untuk menjaga daya tarik festival.

Selain aspek ekonomi, Idah mengingatkan pentingnya keselamatan selama kegiatan, terutama penggunaan kompor, alat pemanas, dan instalasi listrik di setiap tenant.

Penggunaan pembatas berbahan tirai yang mudah tertiup angin dinilai berpotensi menimbulkan risiko sehingga perlu dievaluasi demi keamanan pengunjung dan pelaku usaha.

“Paling penting seluruh produk yang dipasarkan layak konsumsi, halal, serta memenuhi standar kebersihan. Pengelolaan sampah menjadi perhatian khusus dengan pemisahan sampah plastik dan nonplastik guna menjaga kebersihan lingkungan festival,” tegasnya.

Menutup sambutan, Idah mengajak pelaku usaha, khususnya UMKM pemula, terus belajar, berinovasi, dan aktif memasarkan produk selama mengikuti kegiatan festival Ramadan.(*)