DIGIMEDIA.ID – Dosen Universitas Muhammadiyah Gorontalo melaksanakan pengabdian internasional di Malaysia untuk memperkuat karakter, identitas nasional, dan rasa kebangsaan anak-anak Indonesia di perantauan.
Dosen Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial UMGO, Umar Sako Baderan, melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat internasional di Community Learning Centers Kajang, Selangor, Malaysia.
Kegiatan ini menjadi bagian kontribusi aktif dosen UMGO dalam mendukung pendidikan serta pembinaan karakter anak-anak Indonesia yang hidup di luar negeri.
Pengabdian tersebut merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional yang digagas LPTK di bawah naungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Program ini dilaksanakan selama tiga hari, pada 20 hingga 22 Januari 2026, dengan fokus menghadirkan ruang pembelajaran kebangsaan yang kontekstual dan inklusif.
Kegiatan dirancang sebagai sarana penguatan identitas nasional bagi anak-anak Indonesia yang tumbuh di lingkungan multikultural Malaysia.
Melalui program ini, Umar Sako Baderan berupaya menanamkan kesadaran kebangsaan serta memperkuat rasa memiliki terhadap Indonesia sejak usia dini.
“Berbeda dari pembelajaran formal di kelas, kegiatan PkM ini mengedepankan pendekatan partisipatif. Anak-anak CLC diajak berdiskusi tentang makna menjadi warga negara Indonesia, mengenal simbol-simbol kebangsaan, serta mengekspresikan kebanggaan mereka terhadap tanah air melalui berbagai aktivitas kreatif dan permainan edukatif,” tandasnya.
Pendekatan partisipatif tersebut dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak peserta kegiatan.
Umar Sako Baderan menilai tantangan utama anak-anak Indonesia di perantauan adalah menjaga kedekatan emosional dengan bangsa dan negara asalnya.
Karena itu, menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir memberikan pendampingan serta penguatan nilai-nilai kebangsaan secara berkelanjutan.
Selain pembinaan karakter, kegiatan ini juga memuat pesan strategis terkait masa depan pendidikan anak-anak Indonesia di luar negeri.
Melalui dialog dan motivasi belajar, peserta didorong memiliki orientasi melanjutkan pendidikan di Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah pertama.
Kehadiran dosen UMGO mendapat sambutan positif dari pengelola CLC serta para peserta didik di Kajang, Selangor.
Program ini dinilai memberikan pengalaman belajar berbeda sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak sebagai bagian dari bangsa Indonesia.(*)














