Scroll Untuk Tutup Iklan
Gorontalo

Pemprov Gorontalo Minta Penyelamatan Danau Limboto Dibiayai DAK

590
×

Pemprov Gorontalo Minta Penyelamatan Danau Limboto Dibiayai DAK

Sebarkan artikel ini
Penjabat Sekdaprov Gorontalo Budiyanto Sidiki, di Artotel Suite Mangkuluhur, Jakarta Selatan, Kamis, (16/11/2023).

DIGIMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo mengusulkan agar penyelamatan 15 danau prioritas yang diusulkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Hal ini disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki, saat menghadiri dan memberikan laporan terkait Danau Limboto, di Artotel Suite Mangkuluhur, Jakarta Selatan, Kamis, (16/11/2023).

Menurut Budiyanto, percepatan Perpres Danau Limboto sebagai kawasan strategis Nasional, sudah cukup lama setelah penetapan RTRW.

Namun, mekanisme penanganan diluar kawasan lahan kritis masih belum selesai hingga saat ini.

Dia mengatakan, jika semua diserahkan kepada pemerintah daerah, kemampuan fiskal daerah tentu tidak mencukupi.

Oleh karena itu, dia meminta adanya sinkronisasi penyelamatan danau ini dari tingkat pusat sampai ketingkat daerah.

“Kalau ini memang dianggap danau prioritas dan perlu diselamatkan, saya kira Kementerian Lingkungan Hidup bisa duduk bersama – sama dengan Kementerian PPN/ Bappenas,..”

“Dan Kementerian Keuangan untuk menetapkan skema Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendorong percepatan penanganan,..”

“Kawasan lahan kritis diluar dari kawasan yang menjadi tanggung jawab kami di Pemda. Karena ini memang diarea luar kawasan hutan,” ujar Budiyanto.

Budiyanto juga menjelaskan, bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo telah memiliki Perda Nomor 9 Tahun 2017, tentang RTRW Kawasan Strategis Pengelolaan Danau Limboto.

Dalam perda tersebut di atur dua zona kawasan yakni zona perlindungan dan zona publik.

Zona perlindungan terdiri dari kawasan konservasi ekosistem danau, kawasan ekowisata serta kawasan terbuka hijau.

Sedangkan zona publik didalamnya terdapat beberapa kawasan diantaranya kawasan sempadan sungai,-

Kawasan peruntukan cagar alam, kawasan peruntukan hutan kota, peruntukan hutan lindung dan lain sebagainya.

“Saya yakin kerusakan – kerusakan yang terjadi di daerah pinggiran danau ini pasti memberikan dampak terhadap danau..”

“Maka kami harap sekali lagi melalui Kementerian Lingkungan Hidup bisa mengusulkan Skema DAK dan saya kira ini bukan sesuatu hal yang berlebihan..”

“Karena sudah jelas kawasan strategisnya kan sudah ditetapkan RTRW Nasional dan ini menjadi arahan,” harapnya.

Keberadaan Danau Limboto harus terus dijaga bersama sama oleh semua pihak. Diperlukan kesadaran diri dari masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan danau,-

Untuk tidak merusak danau yang didalamnya ada aktivitas ekonomi masyarakat.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO