Scroll Untuk Tutup Iklan
Gorontalo

Hari Ini, Penerapan Lima Hari Sekolah SMA Sederajat di Gorontalo

129
×

Hari Ini, Penerapan Lima Hari Sekolah SMA Sederajat di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Penjagub Ismail Pakaya bersama perwakilan murid dan guru di SMA Negeri 7 Kota Gorontalo, usai melaunching penerapan lima hari sekolah SMA sederajat di Gorontalo, Senin (10/7/2023). (Foto: Mila/Diskominfotik)

DIGIMEDIA.ID – Penjabat Gubernur Ismail Pakaya secara resmi meluncurkan kebijakan baru penerapan lima hari sekolah untuk SMA sederajat di wilayah Gorontalo. Peluncuran kebijakan ini dilakukan di SMA 7 Kota Gorontalo pada Senin (10/7/2023). Kebijakan ini mengikuti arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mengeluarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah enam tahun yang lalu.

Penjabat Gubernur Ismail mengungkapkan bahwa perubahan dalam jadwal sekolah akan membawa dampak pada jam interaksi antara guru dan murid yang lebih lama. Interaksi yang berlangsung selama delapan jam harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para guru untuk meningkatkan perhatian dan kedekatan dengan siswa-siswinya.

“Karena pulangnya pada pukul 16.15, anak-anak baru sampai di rumah sekitar pukul 17.00, mendekati waktu Magrib. Setelah makan malam, mereka harus belajar. Jika mereka tidur pukul 22.00, hanya ada waktu lima jam bersama orang tua,” ungkap Ismail.

Dalam proses belajar mengajar di sekolah, didikan, perhatian, dan pendekatan yang diberikan oleh guru sangatlah penting. Menurut Ismail, tidak ada siswa yang nakal atau bodoh. Semua tergantung pada guru dalam mengarahkan dan mengeluarkan potensi terbaik dari setiap anak didik.

Ismail juga menambahkan pertanyaan mengapa sekolah swasta sering dianggap lebih baik daripada sekolah negeri, padahal kualitas guru dan kurikulumnya sama. Menurutnya, perbedaannya terletak pada bentuk perhatian yang diberikan kepada siswa.

Penerapan lima hari sekolah ini merupakan kebijakan yang sudah ada sejak enam tahun yang lalu, namun Provinsi Gorontalo menjadi yang paling terakhir menerapkannya. Kebijakan ini dilaksanakan sejalan dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Diharapkan dengan penerapan lima hari sekolah, interaksi antara guru dan siswa dapat ditingkatkan. Selain itu, waktu yang lebih panjang di sekolah juga memberikan kesempatan bagi guru untuk lebih memperhatikan perkembangan dan potensi siswa dalam proses belajar mengajar. (Cui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO