Scroll Untuk Tutup Iklan
Pendidikan

Mahasiswa UMGO Wujudkan One Village One Product di Bone Bolango

563
×

Mahasiswa UMGO Wujudkan One Village One Product di Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Wakil Rektor I UMGO, Prof Moon otoluwa, saat mengecek hasil olahan Mahasiswa KKD di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.

DIGIMEDIA.ID – “Kegiatan ini bermanfaat bagi pemerintah daerah dan desa khususnya bagi masyarakat dan manfaatnya juga untuk kampus dan mahasiswa dimana mereka bisa menambah pengalaman,” ujar Sekertaris Bappeda Litbang Bone Bolango, Udin Kuku,-

Mengenai Program Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) yang terintegrasi dengan KKN tematik membangun desa.

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
ADV
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Pasalnya, mahasiswa bersama masyarakat telah mewujudkan one village one product (OVOP) atau satu desa satu produk, yaitu berbagai produk olahan makanan dari bahan baku lokal yang ada di Desa Langge dan Desa Meranti.

Ia juga menyarankan agar produk-produk ini bisa didorong menjadi suatu usaha yang mengurus BPOM dan izin usaha lainnya agar masyarakat lebih yakin dengan produk yang ada.

Produk-produk tersebut antara lain puding, es krim, susu jagung, emping, bronis pisang, tepung beras, tepung kelapa, sirup es buah, nangka goreng crispy, daun afrika, dan lain-lain.

Pemerintah bonebolango siap memberikan fasilitasi secara gratis dan mudah untuk mewujudkan harapan bersama untuk menyejahterakan masyarakat.

Pameran hasil produk inovasi mahasiswa ini merupakan rangkaian pelaksanaan kunjungan Monitoring dan Evaluasi KKD Angkatan XXIV UMGO yang dilakukan oleh Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UMGO, Selasa 9 Januari 2024.

Monev ini diikuti oleh dua klaster yakni Desa Langge dan Desa Miranti, dan dihadiri langsung oleh petinggi kampus UMGO, dan unsur pemerintah daerah setempat.

Wakil Rektor I UMGO, Prof Moon dalam sambutannya mengaku bangga dengan kinerja dari mahasiswa yang tidak hanya membuat suatu produk tetapi ada yang 5 sampai 8 produk.

Ia berharap inovasi ini bisa disahkan dan menjadi produk unggulan yang ada di desa.

Konsep KKD yang ada saat ini yang selain mengabdi pada masyarakat juga memberdayakan masyarakat terutama ibu-ibu yang berprofesi IRT untuk dilatih bagaimana membuat produk, packaging hingga memasarkan produk.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO