KOTA GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo mencatat Kelurahan Lekobalo sebagai wilayah dengan realisasi penerimaan PBB-P2 tertinggi, yakni mencapai 114,20 persen dari target tahun 2026.
Capaian membanggakan tersebut berbanding terbalik dengan Kelurahan Tapa yang berada di posisi paling buncit karena baru menyetor pajak sebesar 48,93 persen.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Nuryanto, mengungkapkan total realisasi PBB-P2 dari 50 kelurahan baru menyentuh Rp11,61 miliar atau 70,26 persen per 7 Oktober 2026.
Pemkot Gorontalo masih harus mengejar kekurangan penerimaan sebesar Rp4,91 miliar demi memenuhi target akhir pendapatan daerah yang ditetapkan senilai Rp16,524 miliar.
Nuryanto memberikan apresiasi tinggi kepada lurah dan masyarakat Lekobalo atas kesadaran pajaknya, serta berharap prestasi ini memotivasi wilayah lainnya.
“Optimalisasi penerimaan PBB-P2 berarti optimalisasi pembangunan daerah, karena setiap rupiah yang terkumpul akan kembali kepada masyarakat,” kata Nuryanto dalam arahannya.
Selain Lekobalo, lima kelurahan lain juga sukses melampaui target 100 persen, yaitu Leato Utara, Pohe, Dembe II, Leato Selatan, dan Heledulaa Selatan, Di sisi lain, terdapat sembilan kelurahan dengan realisasi di bawah 60 persen.
Nuryanto meminta seluruh camat dan lurah segera menyusun rencana tindak lanjut terukur guna mempercepat penagihan piutang pajak di lapangan.(*)














