Scroll Untuk Tutup Iklan
Kab Gorontalo

Gelaran World Coconut Day 2023 Resmi Dilaunching oleh Kementerian Pertanian RI dan Pemkab Gorontalo

222
×

Gelaran World Coconut Day 2023 Resmi Dilaunching oleh Kementerian Pertanian RI dan Pemkab Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Kementerian pertanian RI Bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo selaku tuan rumah mengandeng Kerukunan Keluarga Kawanua launching World Coconut Day 2023. (Arsip Pemkab Gorontalo)

DIGIMEDIA.ID – Dalam upaya bersama antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, acara World Coconut Day 2023 resmi diluncurkan hari ini.

Acara tersebut ditandai dengan penanaman pohon kelapa Genjah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Telaga pada Selasa, 27 Juni 2023.

Penanaman pohon kelapa Genjah dilakukan oleh Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, bersama Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua.

Tindakan simbolis ini melambangkan komitmen Indonesia dan Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah acara World Coconut Day yang prestisius pada bulan September.

Dalam acara peluncuran tersebut, Inspektur Jenderal Dr. Jan S Maringka dari Kementerian Pertanian menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan World Coconut Day yang akan berlangsung di Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo. Dr. Maringka menekankan bahwa pemilihan Gorontalo sebagai tuan rumah World Coconut Day 2023 setelah India bukanlah kebetulan, dan beliau mengajak semua pihak terkait dan masyarakat untuk berkontribusi dalam kesuksesan acara kelapa global ini.

“Kami sepenuhnya mendukung peringatan World Coconut Day yang akan berlangsung pada tanggal 2 September, dan tidak ada alasan untuk tidak mendukungnya. Apalagi, pada tanggal 15 Juni, Gorontalo juga ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Nasional Petani dan Nelayan (Penas) ke-16 di Padang,” ujar Dr. Jan S Maringka.

Sementara itu, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, menekankan bahwa World Coconut Day bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga kesempatan untuk menghidupkan kembali industri kelapa dan menjadikannya sebagai industri nomor satu di Indonesia. Beliau menekankan pentingnya kelapa dan manfaatnya bagi masyarakat Indonesia.

“Dari saat kita lahir hingga meninggal, kelapa selalu hadir dalam kehidupan kita. Secara sosiologis, kelapa banyak digunakan oleh masyarakat. Lebih dari 20 negara akan berpartisipasi dalam acara global ini, dan semuanya merupakan anggota International Coconut Community,” jelas Nelson.

Nelson, yang juga merupakan Ketua Umum koalisi kabupaten penghasil kelapa, menekankan bahwa industri kelapa di Indonesia pernah menjadi sektor unggulan pada tingkat internasional sekitar lima tahun yang lalu. Namun, posisinya mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. “Dulu kita memiliki 3,7 juta hektar lahan kelapa, namun sekarang jumlahnya turun menjadi 3,4 juta hektar,” ungkap Nelson.

Beliau menambahkan, “Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah menyiapkan 100.000 pohon kelapa untuk ditanam tahun ini. Penanaman bibit kelapa ini bukan hanya untuk menyambut World Coconut Day pada bulan September, tetapi juga untuk meningkatkan status industri kelapa. Kami juga akan mengadakan workshop yang dihadiri oleh seluruh industri. Ini adalah langkah untuk mempromosikan pusat riset kelapa di Manado, sehingga kolaborasi di masa depan dapat berjalan dengan baik.”

Dalam acara tersebut, juga dilakukan penyerahan jagung hibrida seberat 37.100 kg dan padi Inpari seberat 37.500 kg dari Balai Standarisasi Instrumen Pertanian Gorontalo. Selain itu, Petro Kimia Spesik juga menyumbangkan 500 kg pupuk Phonska Plus dan 26.500 kg pupuk SP untuk mendukung perkembangan pertanian di daerah tersebut.

World Coconut Day 2023 akan menjadi tonggak penting bagi Gorontalo dan Indonesia dalam membangkitkan kembali industri kelapa dan memperkuat kolaborasi internasional di dalam komunitas kelapa. Acara ini akan memamerkan beragam penggunaan dan manfaat kelapa sambil menekankan pentingnya praktik berkelanjutan dan inovasi dalam industri ini. (Ane)

Gelaran World Coconut Day 2023 Resmi Dilaunching oleh Kementerian Pertanian RI dan Pemkab Gorontalo

DIGIMEDIA.ID – Dalam upaya bersama antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, acara World Coconut Day 2023 resmi diluncurkan hari ini. Acara tersebut ditandai dengan penanaman pohon kelapa Genjah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Telaga pada Selasa, 27 Juni 2023.

Penanaman pohon kelapa Genjah dilakukan oleh Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, bersama Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua. Tindakan simbolis ini melambangkan komitmen Indonesia dan Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah acara World Coconut Day yang prestisius pada bulan September.

Dalam acara peluncuran tersebut, Inspektur Jenderal Dr. Jan S Maringka dari Kementerian Pertanian menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan World Coconut Day yang akan berlangsung di Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo.

Dr. Maringka menekankan bahwa pemilihan Gorontalo sebagai tuan rumah World Coconut Day 2023 setelah India bukanlah kebetulan, dan beliau mengajak semua pihak terkait dan masyarakat untuk berkontribusi dalam kesuksesan acara kelapa global ini.

“Kami sepenuhnya mendukung peringatan World Coconut Day yang akan berlangsung pada tanggal 2 September, dan tidak ada alasan untuk tidak mendukungnya. Apalagi, pada tanggal 15 Juni, Gorontalo juga ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Nasional Petani dan Nelayan (Penas) ke-16 di Padang,” ujar Dr. Jan S Maringka.

Sementara itu, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, menekankan bahwa World Coconut Day bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga kesempatan untuk menghidupkan kembali industri kelapa dan menjadikannya sebagai industri nomor satu di Indonesia. Beliau menekankan pentingnya kelapa dan manfaatnya bagi masyarakat Indonesia.

“Dari saat kita lahir hingga meninggal, kelapa selalu hadir dalam kehidupan kita. Secara sosiologis, kelapa banyak digunakan oleh masyarakat. Lebih dari 20 negara akan berpartisipasi dalam acara global ini, dan semuanya merupakan anggota International Coconut Community,” jelas Nelson.

Nelson, yang juga merupakan Ketua Umum koalisi kabupaten penghasil kelapa, menekankan bahwa industri kelapa di Indonesia pernah menjadi sektor unggulan pada tingkat internasional sekitar lima tahun yang lalu.

Namun, posisinya mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. “Dulu kita memiliki 3,7 juta hektar lahan kelapa, namun sekarang jumlahnya turun menjadi 3,4 juta hektar,” ungkap Nelson.

Beliau menambahkan, “Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah menyiapkan 100.000 pohon kelapa untuk ditanam tahun ini.

Penanaman bibit kelapa ini bukan hanya untuk menyambut World Coconut Day pada bulan September, tetapi juga untuk meningkatkan status industri kelapa. Kami juga akan mengadakan workshop yang dihadiri oleh seluruh industri.

Ini adalah langkah untuk mempromosikan pusat riset kelapa di Manado, sehingga kolaborasi di masa depan dapat berjalan dengan baik.”

Dalam acara tersebut, juga dilakukan penyerahan jagung hibrida seberat 37.100 kg dan padi Inpari seberat 37.500 kg dari Balai Standarisasi Instrumen Pertanian Gorontalo. Selain itu, Petro Kimia Spesik juga menyumbangkan 500 kg pupuk Phonska Plus dan 26.500 kg pupuk SP untuk mendukung perkembangan pertanian di daerah tersebut.

World Coconut Day 2023 akan menjadi tonggak penting bagi Gorontalo dan Indonesia dalam membangkitkan kembali industri kelapa dan memperkuat kolaborasi internasional di dalam komunitas kelapa.

Acara ini akan memamerkan beragam penggunaan dan manfaat kelapa sambil menekankan pentingnya praktik berkelanjutan dan inovasi dalam industri ini. (Ane)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO