ADV Honda
ADV KTG

Angka Kemiskinan Menyusut, Program Gusnar–Idah Mulai Tunjukkan Hasil

101
×

Angka Kemiskinan Menyusut, Program Gusnar–Idah Mulai Tunjukkan Hasil

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Presentase Kemiskinan di Provinsi Gorontalo rilis resmi Berita Resmi Statistik (BRS), Kamis (05/02/2026).
JADWAL IMSAQIYAH
Memuat jadwal...
Sponsor CV SINAR KRIDA | Dealer Motor Honda Gorontalo

Honda Video Banner
DIGIMEDIA.ID – Angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo kembali menurun pada awal 2026, menjadi indikator awal keberhasilan kebijakan pengentasan kemiskinan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Penurunan ini tercatat dalam rilis resmi Berita Resmi Statistik yang diumumkan Kamis, 5 Februari 2026, sebagai laporan kondisi sosial ekonomi masyarakat Gorontalo.

Jumlah penduduk miskin pada September 2025 tercatat 155,76 ribu orang atau 12,62 persen, turun 6,98 ribu orang dibandingkan Maret 2025.

Data tersebut menunjukkan penurunan sebesar 1,25 persen, sekaligus memperlihatkan efektivitas arah kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Capaian ini menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pembangunan menyentuh kelompok rentan.

Di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, program pengentasan kemiskinan dijalankan secara terukur melalui sinergi lintas sektor dan penguatan program prioritas.

Pengentasan kemiskinan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur.

Upaya tersebut dijalankan melalui penguatan sinergi lintas program agar lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, menyampaikan bahwa pengendalian dan penyelarasan program pembangunan kini mulai menunjukkan hasil positif.

Berbagai kegiatan pemerintah daerah diarahkan pada sejumlah intervensi strategis yang dinilai memiliki daya ungkit kuat terhadap penurunan angka kemiskinan.

Menurutnya, koordinasi antarperangkat daerah menjadi kunci agar kebijakan yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dalam satu tujuan besar pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.

“Pengentasan kemiskinan jadi visi dan misi Pak Gubernur dan Wakil Gubernur.” ujar wahyudin.

Pendekatan berbasis data dan intervensi yang tepat sasaran dinilai menjadi kekuatan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.(Doe)