ADV Honda
banner 728x90

Mahasiswa Administrasi Publik UMGO Didorong Terapkan Pola Berpikir Kritis dan Analitis

33
×

Mahasiswa Administrasi Publik UMGO Didorong Terapkan Pola Berpikir Kritis dan Analitis

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 6 detik
Mahasiswa baru Magister Administrasi Publik UMGO mengikuti kegiatan matrikulasi di Aula Lantai 5 Fakultas Kedokteran UMGO, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan menjadi bagian persiapan akademik sebelum perkuliahan dimulai.

KAMPUS – Mahasiswa baru Program Magister Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) didorong untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis sebagai bekal mengikuti pembelajaran pada jenjang Pascasarjana.

Dorongan tersebut menjadi bagian dari Matrikulasi Mahasiswa Baru Pascasarjana UMGO yang dirancang untuk membantu mahasiswa memahami karakteristik pembelajaran tingkat magister, Pembelajaran diarahkan pada penguatan kemampuan analisis, penguasaan literatur ilmiah, penelitian, serta pengembangan gagasan berdasarkan pendekatan akademik.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Mahasiswa juga diarahkan mampu melihat persoalan administrasi publik secara sistematis dan objektif, termasuk memahami kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, kelembagaan, dan pembangunan daerah.

Rektor UMGO, Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong, M.Pd., menekankan bahwa memasuki jenjang magister membutuhkan kesiapan intelektual, mental, dan akademik, bukan sekadar kesiapan administratif.

Mahasiswa Pascasarjana diharapkan membangun budaya belajar mandiri melalui kegiatan membaca, menganalisis, berdiskusi, serta menghasilkan gagasan akademik yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Matrikulasi juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mahasiswa dengan lingkungan akademik Pascasarjana. Pendidikan magister diharapkan menjadi ruang memperdalam keilmuan dan mengembangkan kemampuan berpikir.

Rektor mendorong mahasiswa memanfaatkan lingkungan akademik UMGO untuk membangun jejaring, memperluas wawasan, serta mengembangkan kompetensi profesional selama menempuh pendidikan Pascasarjana.

Di sisi lain, keberagaman latar belakang pendidikan mahasiswa menjadi salah satu potensi dalam membangun ruang diskusi yang lebih luas pada Program Magister Administrasi Publik.

Mahasiswa tidak hanya berasal dari satu disiplin ilmu, tetapi membawa pengalaman dari pemerintahan, pendidikan, sosial, ekonomi, hukum, serta berbagai bidang keilmuan lainnya.

Perbedaan perspektif tersebut diharapkan tidak menjadi batas pembelajaran, melainkan kekuatan untuk mempertemukan pengalaman dan pengetahuan dalam memahami berbagai persoalan administrasi publik.

Direktur Pascasarjana UMGO, Dr. Arfan Tilome, menyampaikan bahwa matrikulasi diperlukan untuk memberikan fondasi akademik yang relatif sama kepada mahasiswa dengan latar belakang dan pengalaman berbeda.

Menurutnya, mahasiswa Pascasarjana perlu membangun budaya akademik melalui tradisi membaca, menulis, berdiskusi, melakukan penelitian, serta mengembangkan gagasan secara ilmiah.

“Pascasarjana harus menjadi ruang bertemunya pengalaman, keilmuan, dan gagasan. Perbedaan latar belakang mahasiswa justru harus menjadi kekuatan untuk membangun diskusi dan kolaborasi akademik,” pesannya di Aula Lantai 5 Fakultas Kedokteran UMGO, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Mahasiswa Magister Administrasi Publik juga diharapkan mampu menghubungkan keilmuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan pemerintah.

Kemampuan tersebut diperlukan agar kajian administrasi publik tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi dapat digunakan untuk membaca berbagai persoalan berdasarkan konteks sosial dan kebutuhan masyarakat.

Dalam proses akademik, mahasiswa akan berhadapan dengan isu strategis yang berkaitan dengan kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, kelembagaan, manajemen sektor publik, dan pembangunan daerah.

Matrikulasi turut menghadirkan Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Dr. Munawir Sadzali Razak, sebagai narasumber untuk memberikan perspektif mengenai perkembangan pendidikan tinggi dan tantangan pengembangan sumber daya manusia.

Perspektif tersebut diharapkan memperluas wawasan mahasiswa mengenai posisi pendidikan Pascasarjana dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah.

Bagi mahasiswa baru, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mengenal lingkungan akademik, membangun komunikasi dengan sesama mahasiswa dan dosen, serta mempersiapkan diri mengikuti pendidikan pada jenjang magister.

Interaksi antarmahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang juga diharapkan berkembang menjadi jejaring untuk mendukung penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan akademik lainnya.(*)

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida
UMGO