ADV Honda

Rektor UMGO Dorong Mahasiswa Lanjutkan Inovasi Desa Hasil KKD Jadi Peluang Ekonomi

30
×

Rektor UMGO Dorong Mahasiswa Lanjutkan Inovasi Desa Hasil KKD Jadi Peluang Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Rektor UMGO Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong melihat produk hasil inovasi mahasiswa selama melaksanakan KKD di desa dalam Expo KKD Tematik XXX Tahun 2026.

KAMPUS – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) mendorong mahasiswa melanjutkan inovasi yang dihasilkan selama Kuliah Kerja Dakwah (KKD) agar berkembang menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat desa.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Expo KKD Tematik XXX Tahun 2026 yang menampilkan karya, kreativitas, dan inovasi mahasiswa selama dua bulan melaksanakan pengabdian di desa, dengan tema Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan Berbasis Potensi Lokal di Gedung Indoor David Bobihoe Akib.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Rektor UMGO Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong mengatakan hasil inovasi mahasiswa perlu dikembangkan lebih lanjut, tidak berhenti pada proses menghasilkan produk selama pelaksanaan KKD.

“Yang bagus itu bukan hanya memanen dan menjual, tetapi petik, olah, jual,” ungkap Rektor UMGO saat kegiatan tersebut, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, keberlanjutan inovasi perlu memperhatikan ketersediaan bahan baku sekaligus peluang pengembangan produk setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian di desa.

Mahasiswa juga diharapkan tetap memikirkan pengembangan produk setelah kembali ke kampus, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat diarahkan menjadi peluang usaha.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan sumber daya dan potensi lokal yang telah dikenali selama pelaksanaan KKD.

Kepala LP2M UMGO Indri Afriani Yasin, Ph.D., mengatakan Expo KKD menjadi momentum untuk melihat kembali pembelajaran dan pekerjaan mahasiswa selama dua bulan berada di desa.

Ia menilai keberhasilan KKD tidak hanya ditentukan oleh program yang terlaksana selama mahasiswa berada di masyarakat, tetapi juga keberlanjutan hasil setelah mereka kembali ke kampus.

“UMGO semakin membuktikan dirinya sebagai kampus yang berdampak. Keberhasilan KKD bukan hanya kegiatan yang dilakukan di sana, tetapi apa yang tertinggal setelah mahasiswa kami kembali ke kampus,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya membawa program ke desa, tetapi juga mendengarkan kondisi masyarakat, memaparkan gagasan, serta mencari solusi bersama sesuai kebutuhan setempat.

Koordinasi dengan pemerintah desa dilakukan agar program yang dijalankan mahasiswa dapat berjalan selaras dengan arah pembangunan dan potensi yang dimiliki masing-masing desa.

Pengembangan program juga didukung ekosistem kolaborasi bersama sejumlah mitra strategis, antara lain PLN Nusantara Power, BPDAS Bone Limboto, dan Bank Indonesia.

Kolaborasi tersebut mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, pengetahuan, dan dunia usaha dalam mendukung pengembangan potensi desa melalui program pengabdian mahasiswa.

Expo KKD XXX sekaligus memperlihatkan beragam hasil karya mahasiswa yang bersumber dari potensi sumber daya alam dan kondisi masyarakat di lokasi pengabdian.

Kegiatan itu menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa program pengabdian mahasiswa dapat menjadi awal pengembangan inovasi berbasis potensi lokal sekaligus membuka peluang ekonomi.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Kabupaten Gorontalo, Asisten III Kabupaten Boalemo, serta Sekretaris Bappeda Kabupaten Pohuwato.

Hadir pula Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Boalemo, perwakilan pemerintah daerah dari sejumlah wilayah, BPDAS Bone Limboto, dan PLN Nusantara Power UP Gorontalo.

Selain itu, kegiatan diikuti perwakilan Bank Indonesia, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Gorontalo, aparat desa, pendamping, pelaku UMKM desa, dosen, serta mahasiswa peserta KKD XXX.(*)

UMGO